WartaPesona.com- Suku Baduy, ialah suku pedalaman Indonesia yang berada di wilayah Banten, Indonesia.
Beragam fakta unik, dan sejarah tentang Suku Baduy yang menarik, termasuk kehidupannya yang berada di dalam hutan yang hingga kini sulit terdokumentasikan, lantaran menolak perkembangan teknologi.
Suku Baduy, sering terlihat berjalan kaki baik di desa, dan di kota-kota tanpa mengenakan alas kaki dan mengenakan ikat kepala dengan pakaian hitam atau putih, yang merupakan warisan nenek moyang.
Baca Juga: Zodiak Pisces hari Kamis 26 Oktober 2023, hubungan cinta baru sepertinya tak berjalan mulus
Budaya yang penuh kesederhanaan itu, yang menjadikan salah satu kearifan lokal bagi budaya Indonesia, dan dilestarikan sampai saat ini, ditengah maraknya kehidupan modern.
Belum lama ini terdengar, Suku Baduy menolak internet dan meminta jaringan internet untuk di hilangkan di wilayah mereka, lantaran bisa menyebabkan merosotnya moral generasi jika bisa mengakses berbagai macam aplikasi dan konten-konten yang menurutnya bertentangan dengan adat.
Bisa di simak dalam artikel ini, tentang fakta unik, dan sejarah Suku Baduy.
Tentang Sejarah Suku Baduy
Suku Baduy, yakni suku yang berasal dari wilayah Provinsi Banten, Indonesia.
Baca Juga: Zodiak Aquarius hari Kamis 26 Oktober 2023, bersikap netral, hindari masalah dengan orang lain
Orang-orang Baduy, mereka menyebut dirinya dengan sebutan "orang kanekes", kata "Baduy" Ialah sebutan peneliti dari belanda yang mengacu pada samanya Suku Baduy dan kelompok Arab Badawi yang suka berpindah-pindah tempat atau berimigrasi.
Suku Baduy, bermukim di kaki-kaki pegunungan, di daerah Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Kurang lebih 40 km dari Rangkas Bitung yang merupakan pusat kota di Lebak, Banten.
Dilansir dari beberapa media, asal-usul Suku Baduy juga dikaitkan dengan adanya kerajaan Pajajaran di abad ke 11 hingga 12 masehi.
Baca Juga: Zodiak Capricorn hari Kamis 26 Oktober 2023, besarnya ego pribadi bikin semua jadi rumit
Pada saat itu, Raja Prabu Bramaiya Maisatandraman atau disebut juga dengan nama "Prabu Siliwangi", yang memimpin Kerajaan Pajajaran.
Dimana Kerajaan tersebut mulai menguasai daerah Banten, Priangan, Bogor, dan Cirebon.
Di Abad ke 15 masuklah Agama Islam yang dibawa oleh saudagar-saudagar Gujarat juga Sunan Gunung Jati, yang merupakan salah satu walisongo asal Cirebon.
Masuknya Ajaran Agama Islam mengakibatkan Kerajaan Pajajaran semakin merosot, hingga menyebabkan banyak rakyat meninggalkan kerajaan dan berpindah ke hutan blantara arah selatan.
Artikel Terkait
Kemenparekraf Dorong Pelaku Parekraf di Palopo, Sulawesi Selatan, untuk Menguasai Literasi Keuangan DPUP
Sandiaga Uno : Santri Digitalpreneur, Masa Depan Ekonomi Kreatif Indonesia
Konvensi Nasional SKKNI 12 Bidang Pariwisata: Mewujudkan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggul
Sandiaga Uno Resmikan Hari Ekonomi Kreatif Nasional: Memperingati Prestasi Sektor Ekraf Indonesia
Jelajah Timur - Run for Equality 2023: Lari dengan Tujuan Mulia di Nusa Tenggara Timur
Sandiaga Uno: Hak Untuk Akses Informasi Publik Harus Dimiliki Semua Golongan
Amran Sulaiman resmi gantikan Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Pertanian
Mengagumi Kebesaran Alam: Pesona Anggrek dalam Budidaya dan Keanekaragaman
Bakal Capres-Cawapres Prabowo-Gibran daftar ke KPU naik rantis Maung, ribuan pendukung turut mengantar
Bersiap-siap! Pada Sabtu Ini, Trophy Tour Piala Dunia U-17 Akan Mengunjungi Surabaya