WartaPesona.com- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno telah mengambil langkah proaktif dalam upaya memerangi korupsi di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf.
Dalam Townhall Meeting yang diadakan pada Kamis, 12 Oktober 2023, Sandiaga Uno menjadi pembicara kunci yang menjelaskan komitmennya untuk memperkuat semangat anti korupsi dalam organisasi tersebut.
Salah satu inovasi yang diusung oleh Sandiaga Uno adalah penggunaan aplikasi Whistleblowing System (WBS) sebagai alat untuk mempromosikan budaya anti korupsi.
Baca Juga: Balap MotoGP 2023 Mandalika NTB disebut-sebut paling seru dan bersejarah, mengapa?
WBS, yang bisa diterjemahkan sebagai 'sistem peluit', bertujuan untuk memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap praktik-praktik korupsi di lingkungan kerja.
Dalam pidatonya, Sandiaga Uno menjelaskan, "WBS ini sebagai peluit untuk menunjukkan bahwa di sekitar kita ada yang mengawasi. Dulu ada atasan hingga KPK yang memiliki fungsi, tapi saat ini yang mengawasi 360 derajat ada masyarakat di sekitar kita."
Penting untuk dicatat bahwa Sandiaga Uno menekankan bahwa WBS bukanlah alat untuk menjatuhkan satu sama lain, tetapi untuk membangun semangat dan budaya anti korupsi di lingkungan kerja.
Baca Juga: Ini rute Transjakarta dan LRT menuju Stasiun KCJB Halim, jangan keliru
"Kalau mengisi WBS ini jangan karena suka dan tidak suka dengan seseorang. Tapi kita mengetahui prosedurnya, tahu mengikuti perkaranya, dan ada buktinya.
Jangan sampai ini untuk menjatuhkan seseorang guna memuluskan kepentingan pribadi," jelasnya.
Menparekraf Sandiaga Uno berharap bahwa semangat anti korupsi akan menjadi budaya yang mendarah daging di Kemenparekraf, mengingat bahwa lembaga tersebut memiliki peran penting dalam menjual dan mempromosikan pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia.
Baca Juga: Siap-siap November 2023 razia uji emisi di DKI, kendaraan tak lolos uji akan ditilang
"Kalau kita punya alam dan budaya yang bagus tapi kita tidak bisa menjaga konstitusi kita, saya pikir akan gagal," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Sandiaga Uno juga menyoroti Indeks Persepsi Korupsi (CPI) 2022, yang menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam melawan korupsi.
Dengan skor 34/100 dan peringkat 110 dari 180 negara yang disurvei, Indonesia mengalami penurunan skor yang signifikan dari tahun sebelumnya. "Ini alarm buat kita, untuk bergotong royong membudayakan semangat anti korupsi," tegas Sandiaga Uno.
Artikel Terkait
Sandiaga Uno: Membangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif demi Masa Depan Berkelanjutan
Sandiaga Uno: Jumlah Wisman Melebihi Target Awal Tahun dengan 7,4 Juta Kunjungan
Sandiaga Uno dan Kemenparekraf Memberi Dukungan Penuh pada Franchise & Licensing Expo 2023 di Indonesia
Sandiaga Uno: Membangun Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan, Berikut Infonya
Sandiaga Uno : Peran AIS Forum 2023 dalam Meningkatkan Pesona Pariwisata Bali
Sandiaga Uno Terima Karya Foto Dokumentasi Candi Borobudur, Simak Informasinya
Sandiaga Uno , Langkah Indonesia Menuju Pariwisata Ramah Lingkungan: Dokumen Acuan Diterima
Sandiaga Uno : Antisipasi Kebocoran Devisa Tantangan dan Potensi Wisata Kesehatan
Sandiaga Uno Luncurkan Safety 1000 Training, Kedalaman Aman Berikut Informasinya
Sandiaga Uno Mengajak Negara-Negara Pulau dan Kepulauan Menuju Pariwisata Berkelanjutan