Mendorong Keuangan Biru: AIS Forum Dorong Negara Pulau dan Kepulauan Terbitkan Sovereign Blue Bonds

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Jumat, 6 Oktober 2023 | 11:09 WIB
Jodi Mahardi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). (kemenparekraf.go.id)
Jodi Mahardi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). (kemenparekraf.go.id)

WartaPesona.com- Sebagai komitmen untuk mengembangkan sektor ekonomi biru, Archipelagic and Island States (AIS) Forum bersiap mendukung negara-negara pulau dan kepulauan dalam menerbitkan surat obligasi biru (sovereign blue bond).

Dukungan ini dinyatakan melalui komitmen AIS Forum untuk berkolaborasi dalam menyusun Pedoman Strategis Pembiayaan Biru (Blue Financing Strategic Framework).

Dokumen ini berfungsi sebagai panduan investasi dalam kegiatan ekonomi biru dengan mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Baca Juga: KTT AIS Forum: Polda Bali Ajak Masyarakat Bersinergi Menjaga Keamanan

Dokumen Blue Financing Strategic Framework ini dikembangkan melalui kerja sama antara Sekretariat AIS Forum, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Republik Indonesia, dan Innovative Financing Lab UNDP Indonesia.

Diterbitkan pada tahun 2022, dokumen ini dirancang untuk mendorong investasi dalam kegiatan ekonomi berkelanjutan yang berbasis laut atau yang terkait dengan kelautan.

Dokumen inovatif ini ditujukan kepada pemerintah, sektor jasa keuangan, filantropi, dan organisasi internasional/donor yang memiliki potensi besar untuk mendukung ekonomi sektor biru.

Baca Juga: Bali Siap Dipastikan Aman: Pangdam Bertugas di KTT AIS Forum

Jodi Mahardi, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, menyatakan, "Kerja sama lintas pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk memfasilitasi transisi global menuju perekonomian kelautan yang lebih berkelanjutan.

Dengan panduan ini, pelaku ekonomi di semua sektor akan lebih mudah melihat peluang dan mengambil peran dengan berinvestasi secara berkelanjutan di ranah ekonomi biru."

Dokumen ini juga menjadi acuan bagi Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Keuangan, dalam menerbitkan obligasi biru pemerintah.

Baca Juga: Erick Thohir dan Kejaksaan Agung Memulai Proses Pembersihan BUMN, Al Washliyah: Sudah Lama Dinantikan Publik

Pada Mei 2023, Indonesia menerbitkan sovereign blue bonds (surat obligasi biru pemerintah) pertama yang ditawarkan kepada publik dengan total nilai setara 20,7 miliar Yen.

Penerbitan ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan inovatif untuk mendorong investasi dan penggunaan ekosistem laut secara berkelanjutan, yang pada gilirannya meningkatkan manfaat bagi masyarakat.

Pencapaian besar ini menggarisbawahi potensi investasi dalam sektor ekonomi biru. Indonesia mengidentifikasi sektor-sektor dan proyek-proyek biru yang memenuhi syarat keberlanjutan berdasarkan kerangka kerja yang dikembangkan bersama Sekretariat AIS Forum.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X