WartaPesona.com- Sebagai komitmen untuk mengembangkan sektor ekonomi biru, Archipelagic and Island States (AIS) Forum bersiap mendukung negara-negara pulau dan kepulauan dalam menerbitkan surat obligasi biru (sovereign blue bond).
Dukungan ini dinyatakan melalui komitmen AIS Forum untuk berkolaborasi dalam menyusun Pedoman Strategis Pembiayaan Biru (Blue Financing Strategic Framework).
Dokumen ini berfungsi sebagai panduan investasi dalam kegiatan ekonomi biru dengan mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Baca Juga: KTT AIS Forum: Polda Bali Ajak Masyarakat Bersinergi Menjaga Keamanan
Dokumen Blue Financing Strategic Framework ini dikembangkan melalui kerja sama antara Sekretariat AIS Forum, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Republik Indonesia, dan Innovative Financing Lab UNDP Indonesia.
Diterbitkan pada tahun 2022, dokumen ini dirancang untuk mendorong investasi dalam kegiatan ekonomi berkelanjutan yang berbasis laut atau yang terkait dengan kelautan.
Dokumen inovatif ini ditujukan kepada pemerintah, sektor jasa keuangan, filantropi, dan organisasi internasional/donor yang memiliki potensi besar untuk mendukung ekonomi sektor biru.
Baca Juga: Bali Siap Dipastikan Aman: Pangdam Bertugas di KTT AIS Forum
Jodi Mahardi, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, menyatakan, "Kerja sama lintas pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk memfasilitasi transisi global menuju perekonomian kelautan yang lebih berkelanjutan.
Dengan panduan ini, pelaku ekonomi di semua sektor akan lebih mudah melihat peluang dan mengambil peran dengan berinvestasi secara berkelanjutan di ranah ekonomi biru."
Dokumen ini juga menjadi acuan bagi Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Keuangan, dalam menerbitkan obligasi biru pemerintah.
Pada Mei 2023, Indonesia menerbitkan sovereign blue bonds (surat obligasi biru pemerintah) pertama yang ditawarkan kepada publik dengan total nilai setara 20,7 miliar Yen.
Penerbitan ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan inovatif untuk mendorong investasi dan penggunaan ekosistem laut secara berkelanjutan, yang pada gilirannya meningkatkan manfaat bagi masyarakat.
Pencapaian besar ini menggarisbawahi potensi investasi dalam sektor ekonomi biru. Indonesia mengidentifikasi sektor-sektor dan proyek-proyek biru yang memenuhi syarat keberlanjutan berdasarkan kerangka kerja yang dikembangkan bersama Sekretariat AIS Forum.
Artikel Terkait
Sandiaga Uno : Strategi Krisis Parekraf, Sosialisasikan Panduan Komunikasi di Jabar dan Bali
Sandiaga Uno : Kemenparekraf Dorong Bangka Belitung Menuju Pariwisata Berkelanjutan
Sandiaga Uno: Kemenparekraf Dorong Pelaku Parekraf Bali Menuju Go Public Melalui KreatIPO
Sandiaga Uno Tingkatkan Minat Wisata dengan "Kereta Cepat Whoosh" Membidik Sukses di Tahun 2023
Sandiaga Uno Memberikan Apresiasi Luar Biasa pada Grand Finalis Gameseed 2023
Sandiaga Uno Memeriahkan 'World Tourism Day Golf Challenge 2023' di Bali: Misi Promosi Wisata Alam dan Geopark
Sandiaga Uno Mendukung Kerjasama Seniman Indonesia dan Jepang untuk "The Smiling Old Women" Simak Informasinya
Sandiaga Uno Pamerkan Pesona Kota Bitung di Festival Selat Lembeh 2023
Sandiaga Uno: Membawa Keajaiban Desa Wisata ke Panggung IMT-GT Expo dan Pesona Melayu Pesisir 2023
Sandiaga Uno: Platform FCE Mendorong Indonesia sebagai Pemimpin Ekonomi Kreatif Global
Bali Siap Dipastikan Aman: Pangdam Bertugas di KTT AIS Forum
KTT AIS Forum: Polda Bali Ajak Masyarakat Bersinergi Menjaga Keamanan