Dia mengatakan, jika saat ini gabah kering panen (GKP) di lapangan terbatas.
Menurutnya pula, di tiga bulan terakhir di akhir tahun itu produksi padi bulanan memang di bawah kebutuhan.
Karena itu, penting bagi pemerintah untuk menguatkan cadangan beras pemerintah (CBP) sebagaimana diatur melalui Perpres 125 tahun 2022.
"Intervensi yang kita lakukan untuk stabilisasi ini berasal dari cadangan beras pemerintah," kata Arief.
Sementara itu hingga saat ini penyaluran CBP yang digunakan untuk bantuan pangan beras dan operasi pasar SPHP mencapai 1,4 juta ton.
Sedangkan stok yang aman di gudang Bulog mencapai 1,6 juta ton, dan sisanya akan masuk dari luar sebanyak 400 ribu ton.
Sedangkan penyaluran CBP khusus untuk bantuan pangan tahap kedua ini, Selasa (12/9), menyasar 21,353 juta KPM di seluruh provinsi dengan total beras yang tersalurkan sebanyak 640 ribu ton.
Presiden Joko Widodo menyatakan, bantuan pangan akan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, khususnya selama tiga bulan ke depan.
Bantuan pangan beras tersebut akan digulirkan dalam tiga tahapan dengan jumlah bantuan sebesar 10 kg beras, dan dibagikan mulai September, Oktober, dan November 2023. ***
Artikel Terkait
Harga Pangan Kian Naik Akibat Ancaman Inflasi, OK OCE Bantu Masyarakat Bazaar Sembako Murah
Sandiaga Uno Berpesan dalam Hari Pangan Sedunia: Bergandeng Tangan untuk Bisa Meningkatkan Ketahanan Pangan
Ini yang Dilakukan Presiden Jokowi Saat Cek Harga dan Stok Komoditas Pangan di Pasar Mendenrejo
Jengkol, bahan pangan beraroma khas dan dominan ini punya banyak manfaat kesehatan
10 komoditas makanan penyumbang terbesar Garis Kemiskinan di DIY Maret 2023, nomor 1 beras
Harga beras di sejumlah pasar DIY masih bertahan tinggi, dari Rp11.500 hingga Rp13.500 per kilogram
Stok beras di Gudang Bulog aman, Presiden Jokowi nilai masih perlu impor, alasannya ini