Bongkar Fakta : Web Kemhan Terkena Serangan Siber, Ungkap Anies Baswedan di Debat Capres

photo author
Tim WartaPesona 4, Warta Pesona
- Kamis, 11 Januari 2024 | 06:43 WIB
Serangan web Kemhan dibongkar Anies Baswedan di Debat Capres saat bertanya ke Prabowo Subianto (Tangkapan Layar Youtube TV ONe)
Serangan web Kemhan dibongkar Anies Baswedan di Debat Capres saat bertanya ke Prabowo Subianto (Tangkapan Layar Youtube TV ONe)

WartaPesona.com - Istora Senayan menjadi saksi ketegangan tiga calon presiden, Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo, dalam debat krusial yang memfokuskan tema Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional, Globalisasi, Geopolitik, dan Politik Luar Negeri.

Dibimbing oleh moderator handal, Ariyo Ardi dan Anisha Dasuki, 11 pakar terkemuka di bidang terkait diberikan peran sebagai panelis, menggambarkan suasana debat yang semakin memanas.

Dalam sesi debat ketiga ini, Anies Baswedan, calon nomor urut 01, memukul telak dengan membongkar fakta bahwa web Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah menjadi target serangan siber pada tahun 2023.

Baca Juga: Debat Capres 2024: Ganjar Pranowo Gugat Data Terkait Pertahanan. Prabowo Subianto Setuju Dua Kali

Hacker berhasil menembus sistem dan meretas data, yang kemudian dijual di darkweb pada November 2023 sebagaimana dikutip dari viva.co.id.

Kementerian Pertahanan, dengan alamat kemhan.go.id, menjadi sasaran utama peretasan, dan lembaga riset keamanan CISSReC turut mengonfirmasi adanya dugaan kebocoran tersebut.

Sebuah posting anonim dengan nama "Two2" di forum BreachForums, tempat yang biasa digunakan untuk berjualan hasil peretasan, membagikan bukti berupa tangkapan layar dari dashboard web situs kemhan.go.id.

Baca Juga: Usai Debat Capres Jubir Prabowo Subianto Sebut Anies Baswedan Bak Cowok Gombal Tapi Faktanya Bokek dan Berbohong

Salah satu tangkapan layar mencakup informasi bahwa sekitar 1.64 TB dari total 2 TB penyimpanan web situs tersebut telah digunakan.

Uniknya, kali ini peretas tidak berniat menjual data hasil peretasan, melainkan hanya akun yang dapat mengakses dashboard web situs Kemhan.

Meskipun "Two2" tidak membagikan sampel data, CISSReC memastikan keaslian peretasan ini dengan merinci beberapa tangkapan layar dari dashboard situs dan surat-menyurat di dalamnya.

Hal ini menciptakan suasana yang berbeda dari serangan siber sebelumnya, di mana peretas ingin menjual data, sedangkan kali ini fokusnya lebih pada menguak celah keamanan situs pemerintah yang seharusnya dijaga dengan ketat.

Baca Juga: Debat Capres 2024: Ganjar Pranowo Gugat Data Terkait Pertahanan. Prabowo Subianto Setuju Dua Kali

Debat puncak ini menggambarkan urgensi menghadapi tantangan cyber di era modern, di mana keamanan siber menjadi prioritas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: Viva

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X