Hal tersebut bisa memungkinkan peretas mengelola konten situs dan melewati alat administrasi standar.
Kemudian, peretas memasang konten berbahaya di situs dalam subfolder, tanpa mempengaruhi halaman utama situs yang diretas.
Cara lain peretasan yang biasa terjadi adalah dengan menebak kata sandi administrator. Hal ini dimungkinkan ketika administrator menggunakan kata sandi lemah, atau kata sandi yang sama pada beberapa web yang berbeda.
Dengan cara ini, peretas bisa menempatkan konten berbahaya melalui alat administrasi standar, membuat pengguna baru di situs, dan subbagian atau halaman tambahan.
Namun demikian, cara tersebut biasanya mudah diketahui oleh pemilik akun resmi.
Tak selamanya peretasan dilakukan untuk mencuri data pribadi pemilik situs web atau pelanggan situs web tersebut.
Ada kalanya, peretasan hanya bertujuan untuk membuat lalu lintas pengunjung pada situs web tersebut menjadi turun drastis.
Selain itu, tindak kejahatan siber peretasan juga bisa menyebabkan SEO pada situs web tidak berfungsi, yang pada ujungnya membuat pengunjung situs web menjadi nihil. ***
Artikel Terkait
Tips Bisnis : Optimalkan Peringkat Halaman Web Anda dengan Menulis Artikel dengan Judul SEO Berkualitas
Kemenparekraf: Quantum Temple Luncurkan Platform Web 3.0 untuk Mempertahankan Warisan Budaya yang Bernilai
Potensi pelanggaran Pemilu 2024, dari politik uang digital hingga ancaman serangan siber, dan phising
Perhatikan, ada fitur baru pada situs SSCASN 2023, pelamar diminta pertimbangkan saat buat pilihan
4 tips aman transaksi online agar terhindar dari jebakan kejahatan siber