WartaPesona.com - PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur rencananya bakal menerapkan sistem zoning atau pemetaan.
Khususnya antara kepentingan konservasi, spiritual, edukasi, maupun dari sisi komersial. Saat ini, TWC masih merancang dan berkomunikasi dengan seluruh stakeholder terkait.
Direktur PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Edy Setijono mengatakan, penerapan tersebut diharapkan antar kepentingan dapat lebih tertata, terutama soal jalur yang digunakan.
Baca Juga: Begini Cara Naik Kereta Api Jarak Jauh Bagi Pemula Biar Gak Binggung Lagi!
“Jadi, besok nggak ada lagi tabrakan karena jalurnya sudah kami tata ulang. Mereka punya lokasi masing-masing. Misal ada kegiatan spiritual, pasti lokasinya di situ,” jelasnya, Kamis, 5 Januari 2023.
Dia menuturkan, memang harus ada harmoni antar stakeholder. Lantaran sistem tersebut nantinya diterapkan demi kebaikan bersama.
Dilansir dari laman bumn.go.id bahwa TWC pun memberikan ruang Candi Borobudur untuk kepentingan umum. Tidak ada satu pihak yang mengklaim khusus.
Baca Juga: 5 Wisata Olahraga di Mandalika Lombok yang Sehatkan Pikiran dan Jiwa
Terlebih, hal itu juga sudah tertuang dalam kesepakatan empat menteri dan dua gubernur. Untuk menjadikan Candi Borobudur sebagai pusat agama Buddha Indonesia dan dunia.
“Kami tetap jadikan ini (Candi Borobudur, red) untuk fungsi yang ada. Tapi dengan skala prioritas tertentu,” kata Edy.
Dia menargetkan, sistem zoning tersebut bakal diimplementasikan pada 2023. Lantaran, saat ini TWC tengah menyusun aturan-aturan dan mekanismenya.
Baca Juga: Liburan Ke Semarang ? Yuk Berkunjung ke Desa Wisata Lerep
Setelah rampung, kata dia, tahap selanjutnya yakni memaparkan hasil kajian itu dan mencermatinya.
Sementara itu, Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI Supriyadi menyebut, kajian tersebut memang harus diputuskan bersama karena melibatkan beberapa institusi.
Sehingga masih memerlukan kajian-kajian mendalam. Termasuk soal pemanfaatan Candi Borobudur.
Baca Juga: Kunjungan Kerja ke Kota Pekanbaru Presiden Jokowi Cek Pelayanan BPJS Kesehatan
Pemerintah pun sepakat, Candi Borobudur harus dilestarikan. “Dari nota kesepahaman itu, sudah ada SOP-nya.
Nanti kami coba bahas kembali. Mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk umat Buddha dan pemerintah,” ujarnya.
Artikel Terkait
Keindahan Alam Yang Mempesona di Desa Wisata Busung di Pulau Bintan
Kereta Panoramic Banyak Diminati Sudah Layani 1.613 Pelanggan Sejak Diluncurkan
Umroh Menjadi Jalan Damainya Antara Indah Permatasari dan Sang Ibu
Liburan Ke Semarang ? Yuk Berkunjung ke Desa Wisata Lerep
Kunjungan Kerja ke Kota Pekanbaru Presiden Jokowi Cek Pelayanan BPJS Kesehatan
Imbang Vietnam 0-0 Menpora Amali Dampingi Presiden Jokowi Saksikan Perjuangan Pemain Timnas Indonesia
5 Wisata Olahraga di Mandalika Lombok yang Sehatkan Pikiran dan Jiwa
Begini Cara Naik Kereta Api Jarak Jauh Bagi Pemula Biar Gak Binggung Lagi!
Sandiaga Uno Kemenparekraf dan Grab Kembali Jalin Kerja Sama Wujudkan Target-target Sektor Parekraf
BUMN ANTAM Beri Keistimewaan dengan Emas Batangan Edisi Imlek 3D Shio Kelinci Pertama di Indonesia