"Banyak calon wisatawan yang semula mengurungkan niat berkunjung, kemudian sekarang sudah memastikan perjalanan mereka ke Labuan Bajo. Teman-teman operator (wisata) juga lebih mudah mendapatkan kepastian, khususnya untuk perjalanan di tahun depan," kata Shana.
Terkait kerja sama dengan Pemprov NTT, pihak dari KementerianLHK yang akan mengkoordinasikan. Namun secara khusus, untuk memastikan carrying capacity di TN Komodo, akan ada dua cara yang dilakukan. Pertama adalah penerapan sistem antrean untuk meminimalisir terjadinya penumpukan wisatawan di lokasi destinasi di dalam kawasan TN Komodo.
Hal ini akan diintegrasikan dengan pihak Syahbandar juga para operator kapal sebagai moda transportasi utama untuk memobilisasi wisatawan ke destinasi ke TN Komodo.
"Yang kedua, kita ketahui bahwa sudah disiapkan Labuan Bajo dengan wajah barunya. Mulai dari waterfront, pedestrian, dan bangunan-bangunan ikonis yang bisa menjadi alternatif destinasi termasuk tempat makan, restoran, dimana area ini juga bisa menjadi ruang tunggu untuk wisatawan. Termasuk juga desa wisata sudah disiapkan dan sudah kami promosikan untuk menjadi destinasi di akhir tahun," kata Shana.
Khusus di momen libur Nataru, rencananya di Labuan Bajo akan digelar konser akhir tahun yang diselenggarakan oleh InJourney (holding BUMN yang bergerak di bidang aviasi dan pariwisata) di waterfront yang ditargetkan bisa menjadi penutup akhir tahun di Labuan Bajo.
"Selain itu juga banyak lagi penawaran-penawanan kegiatan akhir tahun dari masing-masing hotel yang tersebar di sepanjang Pesisir Barat pantai Pulau Flores yang bisa menjadi opsi juga untuk rekan-rekan ketika berkunjung ke Labuan baju untuk menghabiskan akhir tahun," kata Shana.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Zeth Sony Libing, menyampaikan terima kasih atas berbagai dukungan dan promosi dari pemerintah terhadap pariwisata dan ekonomi kreatif di NTT, khususnya Labuan Bajo. Ia pun mengajak wisatawan untuk berkunjung ke NTT.
"Di tahun 2023, ada dua konsep besar dalam pengembangan pariwisata NTT. Kami ingin agar apa yang kami miliki, anugerah Tuhan yang ada di NTT itu harus tetap ada dan memiliki keindahan sampai selama-lamanya. Dan kedua adalah kami ingin menjaga bagaimana supaya keindahan alam yang ada ini selalu terpelihara. Berarti ada konservasi, dua konsep besar inilah yang menjadi pegangan kami dalam membangun pariwisata di NTT," ujar Zeth Sony Libing.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu; Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, serta sejumlah pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf secara daring dan luring.
Editor: Tim WartaPesona
Sumber: Kemeparekraf RI
Artikel Terkait
Sandiaga Uno Sebagai Menparekraf Raih Penghargaan ‘Indonesia Man of The Match in Tourism 2022'
Sandiaga Uno Sebagai Menparekraf Paparkan Capaian Program Kerja Sepanjang Tahun 2022
Sandiaga Uno Sebagai Menparekraf Tahun 2022 Titik Tolak Kebangkitan Sektor Parekraf Nasional
Sandiaga Uno Sebagai Kemenparekraf Siapkan Program Strategis Garap Peluang Sektor Parekraf pada 2023
Sandiaga Uno Sebagai Menparekraf Pantau Kesiapan TMII Jelang Libur Tahun Baru
Sandiaga Uno Lantik Tiga Pejabat Fungsional di Lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf
Sandiaga Uno Hadirkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan Tetap Jadi Fokus Utama Kemenparekraf pada 2023
Sandiaga Uno Menparekraf: Danau Toba Jadi Lokasi Event Internasional untuk Tarik Kunjungan Wisatawan
Bersama Smeshub dan FoodSpace, Sandiaga Uno Meluncurkan Hybrid Cloud Kitchen Pertama di Indonesia untuk UMKM
Sandiaga Uno : Kolaborasi Lintas K/L Sukses Jadikan 5 DSP dan 8 KEK Pariwisata Sebagai Destinasi Unggulan