Pertama-tama, daging sapi direbus hingga empuk dalam kaldu yang kaya dengan rempah-rempah.
Selama proses perebusan, kluwak yang sudah dihaluskan ditambahkan untuk memberikan warna hitam khas pada kuah.
Setelah daging matang, kuah rawon diolah dengan bumbu-bumbu lain seperti bawang merah, bawang putih, dan rempah-rempah lainnya.
Kuah rawon yang kental dan pekat kemudian dihidangkan dengan nasi putih, ditambahkan irisan daging sapi, tauge, telur asin, dan kerupuk.
Baca Juga: Kota Hua Hin, destinasi wisata paling popular di Thailand, ada apa saja?
Rawon memiliki beberapa keunikan yang membuatnya begitu istimewa.
Salah satunya adalah warna hitam pekat pada kuahnya, yang berasal dari kluwak.
Selain itu, rasa kuah yang kaya, gurih, dan sedikit pedas membuatnya menjadi hidangan yang lezat dan memikat selera.
Kombinasi antara daging sapi yang empuk, kuah yang pekat, dan bumbu-bumbu rempah yang khas menciptakan cita rasa yang tidak terlupakan.
Meskipun rawon tradisional menggunakan daging sapi, seiring waktu telah muncul beberapa variasi rawon yang menarik.
Rawon Ayam
Pengganti daging sapi dengan daging ayam, tetapi tetap menggunakan bumbu dan rempah yang sama.
Rawon ayam memiliki rasa yang lebih ringan dan cocok bagi mereka yang tidak mengonsumsi daging sapi.
Rawon Ikan
Menggunakan ikan sebagai bahan utama, seperti ikan kakap atau ikan tongkol.
Varian ini memberikan sentuhan segar dan berbeda pada hidangan rawon, dengan rasa kuah yang tetap gurih.