Ada area tanah yang belum dikembangkan yang sengaja ditempatkan di sana sebagai pagar alami antara manusia dan satwa liar.
“Pengunjung dilarang berinteraksi secara acak dengan hewan di dalam kandang oleh penghalang. Semua hewan hanya bisa dibujuk untuk terlibat ketika pawang atau penjaga kandang melakukan atraksi,” kata Bambang.
Baca Juga: Mengenal Corporate Stockholm Syndrome, Kondisi Psikologis Yang Sering Terjadi Di Dunia Kerja
Di sisi lain, pihak pengelola juga membuat sejumlah rambu yang mengingatkan pengunjung untuk tidak memberi makan hewan atau membuang apapun ke dalam kandang.
Penyebabnya, sejumlah kecil wisatawan sengaja melemparkan benda-benda ke arah hewan agar lebih dekat dengannya.
“Ada pengunjung yang menaruh batu di kandang buaya untuk memancing reptil itu mendekat. Meski videonya sudah lama, tak disangka beberapa hari sebelumnya menjadi populer,” menurut Bambang.
“Kami pastikan kejadian tersebut tidak terjadi pada hari libur tahun ini, namun pelaku memang meminta maaf kepada kami beberapa hari yang lalu. Meski kami tidak bertanya, dia cukup iba dalam pengakuan kesalahannya,” kata narasumber.
Status Ragunan ditemukan dalam kondisi prima selama musim liburan Idul Fitri 2023. *** (NAZ)
Penulis: Niken Ayu Zahra