“Kolaborasi yang erat, sinergi lintas sektor, dan komitmen bersama sangat diperlukan untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kami akan terus melangkah dengan semangat keberlanjutan, daya saing global, dan pelestarian budaya serta lingkungan,” ujar Menteri Widiyanti.
Laporan Kinerja Kemenpar untuk Mei 2025 menunjukkan bahwa kebangkitan pariwisata Indonesia tidak sekadar kuantitatif, melainkan juga strategis.
Dengan kombinasi antara pertumbuhan wisatawan, penguatan promosi, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, dan pemberdayaan masyarakat lokal, Kemenpar membuktikan bahwa arah pembangunan pariwisata Indonesia semakin menuju sistem yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.***