Pembangunan Keraton Mataram Yogyakarta selesai pada 7 Oktober 1756 atau Kemis Pahing 13 Sura 1682 TJ, dan Sultan HB I bersama keluarga dan pengikutnya boyongan dari Ambarketawang ke keraton yang baru selesai dibangun tersebut.
Baca Juga: Periode I pendaftaran PPPK 2024 untuk pelamar prioritas, siapa saja?
Peristiwa itupun ditandai dengan sengkalan memet berbunyi 'Dwi Naga Rasa Tunggal', dan 'Dwi Naga Rasa Wani'.
Sengkalan itu mengandung makna semangat 'tunggal' dan 'wani'. Artinya dengan semangat kemanunggalan, Yogyakarta akan berani menghadapi berbagai tantangan.
Peristiwa itulah yang kemudian menjadi dasar Pemerintah Kota Yogyakarta menetapkan hari jadi atau HUT Kota Jogja pada setiap tanggal 7 Oktober. ***(KKO)