Haji Djamhari lalu bereksperimen. Dia menghaluskan cengkih, lalu mencampurnya dengan tembakau.
Kemudian melintingnya dengan kulit jagung kering, atau klobot, dan mengikatnya dengan benang, lalu dibakar, dan dihisap.
Ketika dibakar, lintingan tembakau dan cengkih tersebut mengeluarkan bunyi kretek, atau kemresek, sehingga menjadi nama kretek. *(SA/K)