Tiga Destinasi Wisata Air di Banyuwangi Jawa Timur yang Patut Dikunjungi, Penuh Keindahan dan Keajaiban Alam

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Sabtu, 1 April 2023 | 23:41 WIB
 Bangsring Underwater sebagai destinasi wisata hasil buatan nelayan setempat yang berfungsi sebagai kawasan apung untuk melestarikan biota laut | wartapesona.com (Foto : Indonesia.travel)
Bangsring Underwater sebagai destinasi wisata hasil buatan nelayan setempat yang berfungsi sebagai kawasan apung untuk melestarikan biota laut | wartapesona.com (Foto : Indonesia.travel)

Pantai Sukamade adalah salah satu dari dua lokasi bertelur utama bagi penyu di Banyuwangi, selain Pantai Ngagelan.

Selama ribuan tahun, pantai ini menjadi tempat bertelur bagi penyu raksasa dari Samudra Hindia dan Pasifik karena lokasinya yang terisolasi dari lingkungan sekitar.

Baca Juga: Destinasi Wisata Wajib di Sekitar Gunung Merapi, Menjelajahi Keindahan Alam di Sekitar Gunung Merapi

Wisatawan dapat mengunjungi penangkaran penyu untuk melihat bagaimana penyu berkembang biak.

Telur penyu ditetaskan secara semi alami dalam empat bak penetasan, masing-masing dapat menampung hingga lima puluh sarang telur penyu.

Setelah menetas, para tukik atau anak penyu akan ditampung dalam bak pemeliharaan selama sekitar tujuh hari sebelum dilepas ke laut.

Baca Juga: Dr. N. Rusmiati Ketua Umum DPP ASITA : Peluang Besar Indonesia Menjadi Destinasi Pariwisata Medis yang Baru

3. Bangsring Underwater 

 Bangsring Underwater sebagai destinasi wisata hasil buatan nelayan setempat yang berfungsi sebagai kawasan apung untuk melestarikan biota laut | wartapesona.com (Foto : Indonesia.travel)
Bangsring Underwater sebagai destinasi wisata hasil buatan nelayan setempat yang berfungsi sebagai kawasan apung untuk melestarikan biota laut | wartapesona.com (Foto : Indonesia.travel)

Bangsring Underwater merupakan destinasi wisata buatan nelayan setempat.

Pada awalnya, Bangsring merupakan kawasan yang kaya akan hasil laut karena nelayan sekitar menggunakan tempat ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, banyak nelayan yang menggunakan cara yang merusak lingkungan sehingga para nelayan akhirnya melarang tindakan tersebut agar lingkungan dapat pulih seperti semula.

Seiring berjalannya waktu, jumlah terumbu karang dan ikan di lokasi terus bertambah sehingga muncul ide untuk mengembangkan area konservasi.

Baca Juga: Lezatnya Rendang Talua dari Sumatra Barat, Menu Tak Tergantikan untuk Sahur

Pada tahun 2014, para nelayan menciptakan destinasi wisata Bangsring Underwater yang didedikasikan sebagai kawasan apung untuk melestarikan biota laut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X