Pesona Kampung Laut Bontang Kuala, Desa Wisata Unik di Atas Laut dengan Mangrove Eksotis Kalimantan Timur

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Rabu, 31 Desember 2025 | 14:26 WIB
Suasana Kampung Laut Bontang Kuala dengan jalan kayu ulin dan kawasan konservasi mangrove yang menjadi daya tarik wisata bahari Kalimantan Timur - WartaPesona.com (Kemenpar)
Suasana Kampung Laut Bontang Kuala dengan jalan kayu ulin dan kawasan konservasi mangrove yang menjadi daya tarik wisata bahari Kalimantan Timur - WartaPesona.com (Kemenpar)

WartaPesona.com - Kota Bontang di Provinsi Kalimantan Timur selama ini dikenal sebagai kawasan industri migas dan kondensat. Namun di balik citra industrinya, Bontang juga menyimpan potensi pariwisata yang tak kalah menarik, salah satunya melalui Desa Wisata Kampung Laut Bontang Kuala yang berkembang menjadi destinasi wisata bahari dan budaya yang menjanjikan.

Desa wisata dibentuk sebagai upaya pemberdayaan masyarakat agar berperan langsung dalam pengelolaan dan pengembangan potensi pariwisata di wilayahnya. Kampung Laut Bontang Kuala memperoleh predikat sebagai desa wisata berkat konsistensi masyarakatnya dalam menjaga adat istiadat, tradisi budaya, nilai religi, serta ikatan kekerabatan khas masyarakat nelayan Suku Bugis yang telah hidup turun-temurun di kawasan tersebut.

Daya tarik utama Bontang Kuala terletak pada kondisi geografisnya yang berada di zona peralihan darat dan laut. Permukiman warga dibangun dengan konsep rumah panggung di atas perairan, dihubungkan oleh jalan dek kayu yang membentang panjang. Struktur hunian dan jalur pedestrian ini menjadi keunikan tersendiri yang menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan merasakan langsung kehidupan kampung laut.

Berdasarkan data Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang, jumlah kunjungan wisatawan ke Kampung Laut Bontang Kuala terus mengalami peningkatan sejak 2011. Puncaknya terjadi pada 2019 dengan capaian sekitar 30 ribu wisatawan, sebelum pandemi COVID-19 berdampak pada sektor pariwisata nasional.

Di desa wisata yang terletak di pesisir barat Selat Makassar ini, terdapat dua aktivitas utama yang saling melengkapi, yakni kehidupan masyarakat pesisir di atas laut serta kawasan konservasi mangrove yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Untuk mendukung aktivitas warga dan wisatawan, jalan penghubung antarrumah dibuat menyerupai jembatan kayu panjang yang seluruh tiang dan lantainya menggunakan kayu ulin, material khas Kalimantan yang terkenal kuat dan tahan lama.

Akses menuju kawasan wisata juga terus dibenahi. Saat ini telah tersedia jalan untuk kendaraan roda empat, area parkir yang lebih luas, serta terminal yang berada di depan pintu masuk kawasan permukiman Bontang Kuala. Fasilitas penunjang wisata pun semakin lengkap dengan hadirnya penginapan atau resort bagi wisatawan yang ingin bermalam.

Selain menikmati suasana kampung laut, wisatawan dapat membeli produk ekonomi kreatif berupa kuliner khas pesisir maupun kerajinan tangan di kios-kios yang dikelola langsung oleh masyarakat setempat. Aktivitas ini tidak hanya memperkaya pengalaman wisata, tetapi juga memberikan tambahan pendapatan bagi warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kampung Laut Bontang Kuala juga dikenal sebagai pelopor desa wisata di Kalimantan Timur yang berpotensi besar dikembangkan sebagai kawasan ekowisata. Di wilayah ini terdapat hutan mangrove yang menjadi bagian dari kawasan Taman Nasional Kutai. Kawasan konservasi tersebut menjadi habitat berbagai satwa, seperti elang bondol, kuntul perak, raja udang, bekantan, serta kera ekor panjang.

Hutan mangrove Bontang Kuala dilengkapi jalur setapak sepanjang kurang lebih tiga kilometer serta menara pandang setinggi 20 meter. Dari menara ini, wisatawan dapat menikmati panorama Selat Makassar secara langsung. Lokasi tersebut juga menjadi spot favorit untuk menikmati matahari terbenam, ketika cahaya senja berpadu dengan siluet pepohonan bakau dan burung-burung endemik yang kembali ke sarangnya.

Sebagai desa wisata, Kampung Laut Bontang Kuala dinilai telah memiliki infrastruktur yang cukup memadai dan tertata. Diharapkan destinasi ini semakin dikenal luas dan mampu melengkapi khazanah pariwisata nasional, khususnya di Pulau Kalimantan.

Dengan perpaduan harmonis antara aktivitas masyarakat pesisir dan upaya konservasi lingkungan, Kampung Laut Bontang Kuala berpeluang mengikuti jejak desa wisata berkelas dunia seperti Desa Penglipuran di Bali atau Desa Pentingsari di Yogyakarta.****

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: Kemenpar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X