Dalam aspek promosi, Kemenpar terus mendorong program unggulan seperti Wonderful Indonesia Gourmet (WIG), Wonderful Indonesia Wellness (WIW), dan Kharisma Event Nusantara (KEN).
KEN 2025 menampilkan 74 event di 32 provinsi dengan total 9,74 juta pengunjung dan transaksi hingga Rp719,74 miliar.
Program ini tidak hanya menumbuhkan sektor ekonomi kreatif, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya lokal.
UNESCO Global Geoparks
Sementara itu, kabar baik datang dari sektor geopark nasional.
Baca Juga: Wow! Kemenpar dan Baznas Gabung Kekuatan, Zakat Kini Bisa Bangun Desa Wisata!
Dalam pertemuan UNESCO Global Geoparks Council di Chile, tiga geopark Indonesia — Ciletuh Palabuhanratu, Rinjani Lombok, dan Kaldera Toba — kembali memperoleh status green card atau kartu hijau pada tanggal 5-6 September 2025 lalu.
Pencapaian ini menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga kelestarian alam dan pariwisata berkelanjutan.
“Status hijau Kaldera Toba adalah hasil kerja keras bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Ini bukti nyata bahwa kita mampu menjaga warisan bumi sekaligus mengembangkannya untuk wisata dunia,” tutur Menteri Widiyanti.
Ia menutup laporannya dengan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Pertumbuhan pariwisata tidak akan terwujud tanpa kerja sama semua pihak. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat harus terus berjalan beriringan untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi kelas dunia,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Kemenpar Rilis Kajian “Tourism Snapshot” 2025: Kupas Peluang Green Jobs dan Masa Depan Pariwisata Hijau Indonesia
Bukan Sekadar Tarian! Festival Lamaholot di Lembata Tunjukkan Jantung Pariwisata NTT yang Sesungguhnya
Menteri Pariwisata Widiyanti Ungkap Cara Indonesia Bisa Jadi Destinasi Halal No.1 Global
WITF 2025 Jadi Magnet Baru Pariwisata Nusantara, Kemenpar Genjot Gerakan BBWI Lewat Kolaborasi Industri