“Bapak Ibu Satmoko (Almarhum) sering menghantarkan hingga peluit masinis berbunyi – dan kereta berangkat,” kenangnya penuh haru.
Setiap liburan semester, ia selalu pulang naik kereta dari Stasiun Senen, Jakarta, lalu tiba subuh di Stasiun Tawang. Perjalanan pagi dengan becak menyusuri Jalan Pemuda hingga Kalisari menjadi kenangan tak terlupakan.
Baca Juga: Merbabu Park Semarang, Dari Jam Buka, Harga Tiket, Hingga Daya Tarik, Berikut Ulasannya
Kota Lama, Pusaka Semarang yang Selalu Memikat
Unggahan Sri Mulyani menegaskan daya tarik Kota Lama Semarang bukan hanya pada bangunan bersejarahnya, tetapi juga suasana yang sarat nostalgia. Lagu “Gambang Semarang” yang ia sebut turut menambah kesan mendalam dalam perjalanannya kali ini.
Baca Juga: Sandiaga Uno Mendukung Kota Lama Semarang Menuju Event Internasional
Bagi wisatawan, Kota Lama menawarkan harmoni antara sejarah, kuliner, dan interaksi sosial. Dari deretan kafe heritage hingga warung legendaris, kawasan ini menjadi magnet bagi siapa pun yang datang.
Sri Mulyani menutup ceritanya dengan kalimat manis:
“Temui Aku di Kota Lama.... Pleasant and peace of mind…”
Unggahannya sontak mendapat banyak respon positif dari warganet. Banyak yang ikut larut dalam kisah nostalgia sekaligus semakin tertarik menjadikan Kota Lama Semarang sebagai destinasi wisata. ***
Artikel Terkait
Liburan Ke Semarang ? Yuk Berkunjung ke Desa Wisata Lerep
Lumpia, Nikmati Lezatnya Springroll Pecinan di Semarang
Sandiaga Uno Menparekraf Apresiasi Ponpes Fadhlul Fadhlan Semarang Kembangkan UMKM Ekraf
Mau ke Semarang? Jangan lewatkan agenda wisata menarik di Rawa Pening, ada acara Larung Sedekah, unik!