WartaPesona.com - Suku Sunda, salah satu suku terbesar di Indonesia, mayoritas mendiami wilayah Jawa Barat dan Banten, namun persebarannya mencakup hingga Lampung dan Jakarta.
Dengan populasi mencapai 34 juta jiwa menurut sensus 2003, suku ini memiliki kekayaan budaya, tradisi, dan nilai-nilai kehidupan yang terus dilestarikan.
Dalam bahasa Sunda, mereka menyebut diri sebagai urang Sunda yang berarti "orang Sunda." Secara etimologis, kata “Sunda” berasal dari ‘su’ yang bermakna kebaikan atau ‘Sund’ dari bahasa Sansekerta yang berarti bercahaya.
Istilah ini bahkan ditemukan dalam dokumen sejarah penjajahan Portugis dan Belanda untuk menggambarkan wilayah Nusantara, seperti dikutip dari Gramedia Blog.
Baca Juga: Kesenian Jawa Barat Sangat Kaya, Ini 9 Tari Sunda Tradisional yang Terus Dilestarikan
Sejarah Singkat dan Mata Pencaharian
Wilayah Suku Sunda dikenal dengan nama Tatar Sunda, yang mencakup bagian barat Pulau Jawa hingga Selat Sunda. Secara tradisional, masyarakat Sunda mengandalkan pertanian sebagai mata pencaharian utama, terutama di daerah perkebunan teh.
Namun, dengan berkembangnya zaman, banyak urang Sunda yang beralih profesi ke bidang usaha modern seperti membuka Warmindo (warung mie instan) dan Burjo (bubur kacang hijau), yang kini sangat populer di seluruh Pulau Jawa, terutama di daerah kampus.
Kebudayaan dan Tradisi Suku Sunda
Wujud Kebudayaan Berbasis Konsep
Salah satu warisan budaya Sunda yang masih bertahan adalah kepercayaan Sunda Wiwitan, yang menekankan harmoni dengan alam. Dalam praktiknya, terdapat larangan-larangan adat, seperti tidak boleh merusak lingkungan atau melanggar norma sosial.
Baca Juga: Momen Kelam Dalam Sejarah Peradaban Sunda! Akar Permusuhan Perang Kerajaan Sunda dan Majapahit, Perang Bubat
Salah satu konsep unik lainnya adalah Indung Beurang, yang merujuk pada perlindungan terhadap anak perempuan hingga menikah. Konsep ini menjadi bagian dari sistem nilai kekeluargaan yang kuat di masyarakat Sunda.
Wujud Kebudayaan Berupa Aktivitas
Upacara pernikahan Sunda terdiri dari tiga tahap: sebelum, saat, dan setelah pernikahan. Setiap tahap diisi dengan tradisi seperti seserahan (pemberian hadiah kepada calon mempelai wanita) dan ngaras (ritual penghormatan kepada orang tua).
Tradisi Ruwatan, atau ritual penyucian, juga menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Sunda untuk menghilangkan nasib buruk.
Baca Juga: Pakaian Adat Khas Sunda: Memperkaya Warisan Budaya Indonesia
Wujud Kebudayaan Berupa Hasil Karya
Kesenian Sunda sangat beragam, mulai dari musik angklung yang diakui UNESCO, tari tradisional seperti Jaipong, hingga karya sastra berupa pantun dan cerita rakyat.
Semua ini mencerminkan kekayaan seni yang menjadi identitas kuat masyarakat Sunda.
Modernitas dan Pelestarian
Meski menghadapi modernisasi, masyarakat Sunda tetap berusaha melestarikan budaya mereka melalui berbagai festival, pendidikan adat, dan pengenalan kesenian tradisional kepada generasi muda. Ini menunjukkan kemampuan mereka untuk beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.
Artikel Terkait
Momen Kelam Dalam Sejarah Peradaban Sunda! Akar Permusuhan Perang Kerajaan Sunda dan Majapahit, Perang Bubat
Mengungkap Keunikan dan Kedalaman Kepercayaan Sunda Wiwitan di Kalangan Suku Baduy
Kesenian Jawa Barat Sangat Kaya, Ini 9 Tari Sunda Tradisional yang Terus Dilestarikan
Gempa Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut tinggal menunggu waktu? Begini penjelasan BMKG