Desa Wisata Indonesia Unjuk Gigi di Ajang Pariwisata Dunia di Vietnam

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Kamis, 12 Desember 2024 | 22:46 WIB
Delegasi Indonesia di UN Tourism Conference bersama perwakilan desa wisata terbaik, simbol kebanggaan dan kontribusi untuk pariwisata dunia. (Kemenparekraf)
Delegasi Indonesia di UN Tourism Conference bersama perwakilan desa wisata terbaik, simbol kebanggaan dan kontribusi untuk pariwisata dunia. (Kemenparekraf)

WartaPesona.com - Indonesia, melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar), kembali menunjukkan kiprah globalnya dengan berpartisipasi dalam dua ajang pariwisata dunia, "The 2nd Annual Meeting of Best Tourism Villages (BTV)" dan "The 1st UN Tourism Conference on Tourism for Rural Development".

Baca Juga: Cegah Korupsi, Kemenpora Perkuat Integritas Lewat Sistem dan Keteladanan

Acara ini berlangsung di Vinepearl Resort and Golf, Nam Hoi An, Vietnam, pada 9–11 Desember 2024.

Analis Kebijakan Ahli Muda Kemenpar, Ali Nurman, yang hadir sebagai perwakilan Indonesia, menyebut ajang ini diikuti oleh 41 delegasi dari 15 negara.

Indonesia mengirimkan perwakilan dari desa wisata terbaik, seperti Jatiluwih dan Penglipuran (Bali), serta Wukirsari (Yogyakarta), yang telah meraih penghargaan Best Tourism Villages pada tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Menpora Dito: Persahabatan Indonesia-Qatar, Pilar Perdamaian dan Kemajuan Bersama

Selain itu, tiga desa wisata Indonesia lainnya, yaitu Taro (Bali), Bilibante (NTB), dan Pela (Kalimantan Timur), mendapat perhatian melalui upgrade programme oleh UN Tourism.

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas desa wisata agar mampu berkompetisi lebih baik dalam ajang BTV mendatang.

"Kesempatan ini memperbesar peluang desa-desa wisata Indonesia untuk berprestasi, sekaligus membangun pariwisata berkelanjutan," ujar Ali.

Baca Juga: GAMMA World MMA Championships 2024: Indonesia Mendapat Pujian Dunia

Dalam The 1st UN Tourism Conference on Tourism for Rural Development, lebih dari 300 delegasi dari 15 negara berkumpul untuk membahas strategi pengembangan pariwisata pedesaan.

Indonesia mendapat kehormatan menampilkan tiga pembicara utama dari berbagai sektor:

  1. Ali Nurman dari Kemenpar membahas kebijakan pembangunan pedesaan melalui pariwisata.
  2. I Wayan Budiarta dari Desa Wisata Penglipuran berbagi pengalaman pemberdayaan komunitas lokal.
  3. Widya Listyowulan dari Traveloka menjelaskan akses pasar untuk pengalaman wisata otentik.

Baca Juga: GAMMA World MMA Championship 2024: Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Dunia MMA Pertama di Asia Tenggara

Konferensi menghasilkan 10 poin strategis, termasuk fokus pada pengembangan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi lokal, digitalisasi, dan pariwisata sebagai alat pembangunan berkelanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X