WartaPesona.com - Dalam upaya mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, menekankan pentingnya keamanan sebagai pilar utama.
Baca Juga: Urban Pulse 2024: Sinergi Seni dan Ekonomi Kreatif Indonesia-Singapura
Hal ini disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema "Pengamanan Kepariwisataan Bali Menuju Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan" yang digelar di Bali, Kamis (21/11/2024).
Wamenpar menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk menciptakan citra destinasi Bali sebagai bagian dari upaya menjadikan Indonesia destinasi utama dunia, sebagaimana tercantum dalam RPJPMN 2025-2045.
Ni Luh Puspa mengungkapkan bahwa hingga September 2024, sektor pariwisata mencatat 10,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), menghasilkan devisa sebesar 7,46 miliar dolar AS.
Baca Juga: Timnas Futsal Putri Indonesia Raih Posisi Ketiga di ASEAN Championship 2024
Target jangka panjang hingga 2029 mencakup:
- Top 20 Travel and Tourism Development Index (TTDI) dunia.
- 1,5 miliar pergerakan wisatawan domestik.
- 20 juta kunjungan wisman.
- Kontribusi pariwisata terhadap PDB sebesar 5 persen.
- Devisa mencapai 32 miliar dolar AS.
- Penciptaan 29 juta lapangan kerja di sektor pariwisata.
Baca Juga: Misi Global Pencak Silat: Langkah Menpora Dito Membawa Warisan Budaya ke Olimpiade
Wamenpar menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan adalah kunci menciptakan business of trust.
“Citra destinasi sangat bergantung pada keamanan. Kami ingin lebih banyak polisi pariwisata untuk menjaga kualitas pengalaman wisatawan,” ujar Ni Luh Puspa.
Langkah konkret lain yang dilakukan Kemenparekraf adalah penguatan konektivitas 3B (Banyuwangi – Bali Barat – Bali Utara) dan dukungan pada pariwisata berbasis budaya, spiritual, dan ekologi.
Baca Juga: Dari Anak Tukang Parkir ke Pemimpin Pemuda: Kisah Inspiratif Akbar Apriansyah
FGD ini dihadiri berbagai pejabat, termasuk Kepala Baharkam Polri, Komjen Pol. Dr. H. Mohammad Fadil Imran, Pj. Gubernur Bali, Irjen Pol. (Purn). Drs. Sang Made Mahendrajaya, serta jajaran Kemenparekraf.
Diskusi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan pariwisata Indonesia yang berkelas dunia.
Baca Juga: Gateball Indonesia Menuju Prestasi Dunia: Harapan Baru dari Munas PB Pergatsi 2024
Artikel Terkait
Mendorong Kualitas Desa Wisata: Kemenparekraf Beri Bantuan Pengembangan untuk 24 Desa Wisata di 12 Provinsi
Transformasi Pariwisata Berkelanjutan: Kemenparekraf Pecah Menjadi Dua Entitas Demi Program Inovatif 2024
Perkuat Pariwisata Desa, Kemenparekraf Beri Dukungan Literasi Bisnis dan Keuangan di Jawa Barat
Kemenparekraf Gaet Wisatawan Asia Selatan Lewat Famtrip Eksklusif ke 5 Destinasi Indonesia
Dorong Investasi Besar, Kemenparekraf Siapkan Sinergi Pusat dan Daerah