Menparekraf Sandiaga Uno Optimalkan Potensi Wisata Titik 0 KM Merauke: Destinasi Unik di Timur Indonesia

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Jumat, 11 Oktober 2024 | 09:00 WIB
Sandiaga Uno di KM 0 Merauke, Papua Selatan. (Kemenparekraf)
Sandiaga Uno di KM 0 Merauke, Papua Selatan. (Kemenparekraf)

WartaPesona.com - Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengunjungi Kawasan Titik 0 KM Merauke di Papua Selatan, Selasa (8/10/2024), untuk mengeksplorasi potensi wisata kawasan tersebut.

Terletak di perbatasan paling timur Indonesia, tepatnya di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota, kawasan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan wisata lintas batas dan nasionalisme yang kuat.

Baca Juga: Mei Dista Afdarista Borong Dua Emas untuk Jawa Tengah di Peparnas XVII Solo 2024

“Sebagai orang Indonesia yang berjiwa nasionalis, kita harus datang ke Merauke, ke Distrik Sota," ujar Sandiaga.

Titik Nol ini menjadi destinasi yang dapat memperkenalkan wisatawan pada cross border tourism, yakni pariwisata yang terletak di perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini.

Dalam kunjungan tersebut, Sandiaga menyebutkan bahwa wisatawan yang mencapai KM 0 Merauke akan diberikan sertifikat khusus sebagai tanda bahwa mereka telah berkunjung ke titik paling timur Indonesia.

Baca Juga: Penasaran apa saja koleksi Museum Sumpah Pemuda di Kramat Raya Jakarta? Simak yuk ulasan berikut ini

Tidak hanya itu, ia juga berencana untuk mempromosikan kawasan ini sebagai destinasi sports tourism dengan menggelar event triathlon yang melibatkan rute sepeda sepanjang 77-79 kilometer dari Merauke menuju Titik 0, diikuti dengan lari sejauh 7,9 kilometer.

“Kami berharap bisa menyelenggarakan event ini pada November 2024, karena infrastruktur di sini sudah sangat siap,” ujar Sandiaga. Rencana tersebut diyakini akan menambah daya tarik bagi wisatawan lokal dan mancanegara.

Perjalanan menuju KM 0 Merauke memberikan pengalaman yang unik, di mana wisatawan akan melewati Taman Nasional Wasur, salah satu hutan basah terbesar di Papua dengan luas 431.425 hektare.

Baca Juga: Dina Rulina: Juara Baru Para-Tenis Meja yang Bangkit dari Ketinggalan di Peparnas XVII

Selain itu, di PLBN Sota, wisatawan juga dapat menikmati berbagai produk ekonomi kreatif lokal, termasuk makanan, minuman, dan kerajinan tangan khas daerah tersebut.

Selain pesona alam, wisatawan juga bisa melihat rumah semut yang menjulang hingga lebih dari dua meter, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong.

Kepala PLBN Sota, Ni Luh Puspa Jayaningsih, berharap bahwa area ini dapat menjadi tempat untuk berbagai event wisata, sehingga semakin banyak turis yang datang berkunjung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X