WartaPesona.com- Meski ramai kendaraan yang berlalu lalang di kawasan sunter selatan, Sunter Jaya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Terdapat sebuah waduk yang pas untuk di kunjungi, jika ingin melepas penat.
Waduk Sunter Selatan namanya, tepatnya berlokasi di Jalan Danau Sunter Selatan, Sunter Jaya, RT 11 RW 11, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Waduk dengan airnya yang tenang, dengan fasilitas publik yang cukup mumpuni, kerap menjadikan tempat ini diminati oleh banyak masyarakat, apa lagi di sore hari, menjelang waktu petang hingga malam.
Baca Juga: Berikut Beberapa Manfaat Kopi yang di Campur Oatmeal, Jarang di Sadari
Salah seorang pedagang kaki lima ditempat ini menuturkan bahwa di waduk sunter selatan ini, biasanya orang-orang berkunjung pada malam hari, jika di sore hari kebanyakan yang datang biasanya orang-orang yang pulang kerja.
Pedagang kaki lima itu pun menambahkan, pada umumnya, seperti biasa yang datang ke Waduk Sunter Selatan ini untuk duduk di tepi-tepi waduk.
Bahkan ada juga yang menaiki beberapa wahana yang tersedia, seperti perahu kayuh dan perahu naga yang disediakan di tepi waduk.
Baca Juga: Bunga Sakura: Kisah Romantis di Setiap Kelopaknya, Penarasan ? Berikut Informasinya
Menunggu Sunset sambil memancing
Seorang pria berusia paruh baya, merupakan penduduk sekitar yang tinggal di daerah Sunter, terlihat seru memegang pancingan dengan umpan cacingnya.
Menurutnya, (Pria paruh baya tersebut) menjelaskan, jika di sore hari ikan-ikan di waduk ini belum terlihat, bisa terlihatnya ketika senja nanti, tuturnya sambil melepaskan benang pancingan.
Menurutnya, di Waduk Sunter Selatan ini terdapat ikan nila, patin dan lele.
Ikan patin adalah yang paling banyak di waduk ini, bisa di lihat ketika sore menjelang senja nanti.
Baca Juga: Mengintip Rahasia Keindahan Bunga Sakura: Lebih dari Sekadar Pesona Visual
Ia pun mengatakan bahwa waduk ini biasanya ramai dikunjungi ketika akhir pekan, bahkan jika di hari minggu, ia sering tidak mendapatkan tempat duduk di tepi waduk ini.
Waduk ini selalu ramai ketika sore, sampai malam, bahkan juga sering sampai pagi.
Ia pun menambahkan keterangannya, bahwa waduk ini sekarang airnya surut lantaran musim kemarau yang panjang.
Tiang-tiang dari kayu di tepi waduk pun banyak yang terlihat, karena menurunnya air di waduk tersebut.
Biasanya, air waduk sampai pada tembok yang ada di tepian, namun karena musim kemarau panjang air waduknya pun menurun.***
Penulis : Feri Candra
Artikel Terkait
Pesona Surgawi Kledung: Eksplorasi Keindahan Persawahan Hijau di Pelukan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, Temanggung
Pesona Eksklusif Teras Bhumi Glamping Dome Garden: Glamping Serba Putih di Pelukan Alam Bogor
Rendang Revolution: Makanan Khas Indonesia yang Merajai Lidah Dunia, Simak Selengkapnya
Sambal: Kisah Pedas yang Menggigit dari Nusantara, Simak Selengkapnya
Kuliner Jalanan Indonesia: Enak, Murah, dan Menyelusuri Sejarah, Berikut Selengkapnya
Manisnya Kekayaan Rasa: Jajanan Tradisional Indonesia yang Menggoda Selera
Sambal Cakalang Candu Suir: Lauk Instant Bergaya, Kelezatan Tanpa Ribet!
Sambal Bajak Mr. Crispy: Spesialitas Pedas untuk Pecinta Cocol Gorengan!
Gunung Padang Berpotensi Menjadi Piramida Tertua di Dunia, Berikut Sederet Faktanya
Berkah Gigitan: Eksplorasi Rasanya Martabak, Petualangan Lidah yang Menggoda!