Gunung Padang Berpotensi Menjadi Piramida Tertua di Dunia, Berikut Sederet Faktanya

photo author
Feri Candra, Warta Pesona
- Senin, 13 November 2023 | 13:47 WIB
Situs megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa-Barat. (Foto: Shutterstock/Uskarp)
Situs megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa-Barat. (Foto: Shutterstock/Uskarp)

WartaPesona.com- Menurut penelitian, Gunung Padang yang terletak di Cianjur Jawa Barat, disebut memiliki potensi sebagai piramida tertua di dunia.

Penelitian yang dilakukan oleh Danny Hilman Natawidjaja, beserta kawan-kawannya yang dirangkum melalui artikel yang bertajuk Geo-Archaeological Prospecting of Gunung Padang Buried Prehistoric Pyramid in West Java, Indonesia, atau Prospek Geo-Arkeologi Piramida Prasejarah Gunung Padang yang terkubur di Jawa Barat, Indonesia.

Artikel tersebut ditampilkan pada publik melalui jurnal Archaeological Prospection, terjuang dalam jurnal tersebut, Danny Hilman Natawidjaja, beserta kawan-kawannya menyatakan bahwa Gunung Padang merupakan konstruksi berbentuk piramida, bukan sebuah bukit seperti yang kita ketahui.

Baca Juga: Sambal Bajak Mr. Crispy: Spesialitas Pedas untuk Pecinta Cocol Gorengan!

Gunung Padang, adalah bukti yang luar biasa, yang berpotensi menjadi sebuah piramida paling tua di dunia. (Danny Hilman Natawidjaja, beserta kawan-kawannya, 2023: 23).

Temuan utama dari hasil penelitian Danny Hilman Natawidjaja, beserta kawan-kawannya, menyebut bahwa inti dari piramida ialah, berupa bukit lava yang terbentuk dengan cara alami, dan dipahat, lalu kemudian bukit lava tersebut dilapisi dengan konstruksi bebatuan.

Danny Hilman Natawidjaja, beserta kawan-kawan, menyebutkan bahwa kemungkinan besar konstruksi tertua yaitu bukit lava alami, lalu dipahat, kemudian diselimuti dengan cara arsitektural, selama periode glasial akhir, antara sekitar 25.000 dan juga 14.000 sebelum masehi.

Baca Juga: Sambal Cakalang Candu Suir: Lauk Instant Bergaya, Kelezatan Tanpa Ribet!

Gunung Padang, besar kemungkinan pernah terlantar hingga ribuan tahun setelah proses pembangunan yang pertama. Sehingga, terjadinya pelapukan yang sangat signifikan.

Lalu kemudian, pembangunan kembali dilanjutkan antara 7900 dan 6100 sebelum masehi, dengan cara menguburnya menggunakan timbunan tanah yang cukup banyak.

Pembangunan kemudian kembali dilanjutkan pada 6000 - 5500 sebelum masehi, lalu diperkirakan dilanjut kembali pada 2000 dan 1100 sebelum masehi. Menurut situs megalitikum, Gunung Padang merupakan bebatuan yang berundak, dan terdiri dari lima teras.

Baca Juga: Manisnya Kekayaan Rasa: Jajanan Tradisional Indonesia yang Menggoda Selera


Berikut contoh situs yang bentuknya seperti teras batu diantaranya, piramida berundak, Cibedug Lebak Banten, Candi Kethek yang terletak di Jawa Tengah, kemudian Macchu Picchu yang ada di peru, juga Nan Madol yang berada di Pulau Pohnpei, Mikronesia.

Konstruksi teras batu bisa juga ditemukan di seluruh wilayah dunia, diantaranya Nan Madol, kompleks megalitikum yang terdapat di pulau Phonpei, sera Machu Picchu yang ada di peru, dibangun ketika peradaban incha, hingga Mikronesia yang juga menggunan bebatuan sambungan yang sama. Bingham, 1930, McCoy et al., 2016, McCoy & Athena, 2012, dalam Natawidjaja, dkk, 2023: 5.

Fakta-fakta Gunung Padang
Terlepas dari soal penemuan yang dihasilkan dari penelitian tersebut, berikut sederet fakta-fakta terkait Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat.
1. Letak Lokasi Gunung Padang
Kendati namanya Gunung Padang, namun lokasinya terletak di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur Jawa Barat.
Lokasi Gunung Padang diperkirakan berjarak 30 kilo meter dari pusat Kota Cianjur, atau kurang lebih satu jam berkendara.

Posisinya di kawasan pegunungan selatan, Jawa Barat, letaknya dekat dengan hulu sungai Cimandiri. Tak hanya itu, Gunung Padang juga dikelilingi oleh situs-situs megalitikum seperti kujang 1 dan kujang 2, Cengkuk, Archadomas, serta piramida berundak di Cibedug, Lebak, Banten.

2. Pertama kali dilaporkan sejak 1914
Adanya situs Gunung Padang, kali pertama dilaporkan oleh salah seorang bernama Nicolaas Johannes Krom melalui tulisannya dengan judul Rapporten Oudheidkundige Dienst, yakni Buletin Dinas Kepurbakalaan, 1914, seperti yang tertuang di laman situs Gunung Padang.

3. Usianya yang diperkirakan mencapai 10.000 tahun
Situa Gunung Padang telah melakukan penelitian sebelum Danny Hilman Natawidjaja beserta kawan-kawan.

Bersumber dari situs Gunung Padang, penelitian terdahulu menghasilkan perkiraan Situs Gunung Padang dibangun sekitar 8.000 sebelum masehi, usianya yang kini mencapai sekitar 10.000 tahun.

4. Punden berundak terbesar yang ada di Asia Tenggara
Situs Gunung Padang adalah kompleks punden berundak terbesar yang ada di Asia Tenggara, bangunan dengan bentuk punden berundak pada Situs Gunung Padang merupakan cerminan di zaman megalitikum.

Terdiri atas lima teras, kelima terasnya yang tersusun dengan berbeda-beda ukuran.

5. Luas denah Gunung Padang
Situs Gunung Padang, terhitung dengan total luas yang mencapai hingga 291.800 meter persegi, atau kurang lebih 29,18 hektar. Berdasarkan informasi yang bersumber di laman Sekretariat Nasional Asean - Indonesia.

Letaknya yang berbatasan dengan sebelah timur kali Cikuta, dan sungai Cimanggu di sebelah utara, kemudian sebelah selatan Kampung Empang, Kali Cikuta, Pasir Cikuta, juga kampung Cikuta.

Disebelah baratnya tepat berbatasan dengan Kali Cipanggulaan, Pasir Cipanggulaan, serta Kampung Cipanggulaan.

6. Situs Warisan Budaya Nasional
Dikutif dari laman situs Kemendikbud, pada 1921 Gunung Padang masuk dalam catatan warisan budaya oleh pemerintahan Belanda.

Hingga pada 1998, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Situs Gunung Padang kemudian ditetapkan menjadi Benda Cagar Budaya Nasional, dengan keputusan nomor 023/M/2014, luas denahnya pun bertambah menjadi 291.800 meter persegi, dari yang sebelumnya hanya 17.196,52 meter persegi.

Secara terpisah, pada 2010 Bupati Cianjur pun telah menetapkan Situa Gunung Padang sebagai Benda Cagar Budaya melalui surat keputusan nomor 431/389b/Disbudpar/2010.***


Penulis : Feri Candra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ada Festival Iraw Tengkayu di Kalimantan Utara

Sabtu, 4 Juli 2026 | 06:18 WIB
X