Kompleks Masjid Gedhe Yogyakarta yang seluas 16.000 meter persegi itu juga terdiri dari dua bagian utama, ruang sholat utama dan serambi Al Makalah Al Kabiroh.
Baca Juga: Pameran Nget-Ngetan, acara seni budaya yang mengangkat spirit ketahanan pangan di Yogyakarta
Pada zaman dulu, di depan serambi masjid juga terdapat kolam tempat wudhu.
Sekarang, kolam itu sudah tidak ada dan hanya disisakan sedikit di sebelah utara dan selatan halaman depan masjid sebagai bukti sejarah.
Sejumlah bagian dari bangunan masjid yang terbuat dari batu kali dan batu putih juga disisakan sebagai bukti sejarah.
Di bagian selatan masjid terdapat fasilitas mandi dan mencuci untuk kaum duafa yang tidak punya tempat tinggal.
Hal tersebut karena Raja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono I yang membangun masjid tersebut, ingin melihat rakyatnya hidup layak. ***
Artikel Terkait
Masjid Raya Sheikh Zayed di Kota Solo, destinasi wisata religi yang megah bercorak Timur Tengah
Sandiaga Uno luncurkan program Modal Berkah di Masjid Jogokaryan, bantu UMKM hadapi tingginya harga bahan baku
Ketum OKOCE jelaskan skema Modal Berkah Tanpa Riba di Masjid Jogokaryan: Tanpa embel-embel bagi hasil
Keajaiban Budaya dan Spiritualitas: Eksplorasi Keunikan Masjid Istiqlal
Sandiaga Uno Mendorong Pengembangan UMKM Berbasis Masjid untuk Ekonomi Syariah
Jejak Sandiaga Uno: Membangun Pusat Kesejahteraan dengan Investasi Hotel di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta
Sandiaga Uno Mendorong Wisata Religi Melalui Masjid Bersejarah, Intip Informasinya
Grebeg Mulud peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Keraton Yogyakarta digelar Kamis 28 September 2023
Grebeg Maulud Keraton Yogyakarta memperingati Maulid Nabi digelar di tiga lokasi, meriah!
Upaya Memakmurkan Masjid, Masjid Baiturrahim Khitankan 60 Anak dalam Rangka Maulid Nabi Muhammad