WartaPesona.com - Indonesia punya ragam seni dan budaya fungsional. Salah satunya, noken.
Noken ini adalah sebuah teknik tradisional dalam membuat tas yang terbuat dari serat tumbuhan alami.
Budaya noken, dengan segala keindahannya, telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2021.
Noken adalah teknik tradisional yang digunakan oleh suku-suku di Papua, Indonesia, dalam membuat tas menggunakan serat tumbuhan, seperti serat pohon kelapa, daun pandan, atau rotan.
Tas yang terbuat dari noken memiliki bentuk khas, dengan anyaman yang kuat dan tahan lama.
Baca Juga: Sejarah Panahan, dari semula alat berburu mencari makan, jadi cabang olahraga dunia
Tas ini digunakan oleh suku-suku Papua dalam berbagai aktivitas, seperti membawa barang, memanen hasil pertanian, atau bahkan sebagai simbol status sosial dalam upacara adat.
Selain fungsi praktisnya, noken juga menjadi simbol kekayaan kreativitas dan kebudayaan masyarakat Papua.
Melalui noken, masyarakat Papua mengekspresikan nilai-nilai mereka, seperti kerja sama, kebersamaan, dan keindahan alam.
Setiap tas noken memiliki desain dan pola yang unik, mencerminkan keberagaman budaya dan motif-motif tradisional setiap suku Papua.
Keahlian dalam membuat noken juga diwariskan dari generasi ke generasi, menjaga kesinambungan tradisi dan identitas budaya.
Baca Juga: Budaya Pencak Silat: Seni Bela Diri Khas Nusantara
Pada tahun 2021, UNESCO secara resmi mengakui keunikan dan keindahan budaya noken dengan memasukkannya dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.
Pengakuan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap nilai budaya yang terkandung dalam noken, serta upaya untuk melestarikan dan mempromosikan keberlanjutan tradisi ini.