gaya-hidup

FOMO di Kalangan Mahasiswa: Memahami Sisi Baik dan Buruk FOMO serta Penanganannya

Selasa, 25 April 2023 | 19:22 WIB
FOMO (Fear of Missing Out) dapat memotivasi kita untuk mencoba hal-hal baru & meningkatkan interaksi sosial, tetapi juga dapat menyebabkan kekhawatiran berlebihan | WartaPesona.com (Foto: Canva.com)

WartaPesona.com - Saat ini, istilah FOMO sudah umum untuk didengar karena banyaknya orang yang mengalami perasaan ini, terutama bagi para mahasiswa.

FOMO atau Fear of Missing Out adalah perasaan khawatir atau takut bahwa kita akan melewatkan pengalaman atau kesempatan yang menarik atau penting.

Sebagai seorang mahasiswa, FOMO dapat timbul ketika kita melihat teman-teman kita terlibat dalam kegiatan organisasi, acara sosial, perlombaan, beasiswa, dan sebagainya.

Baca Juga: Makna Tersembunyi dalam Lagu 'Surat Cinta Untuk Starla', Benarkah untuk Inara Istri Virgoun? Simak Liriknya

Hal ini dapat membuat mahasiswa merasa cemas dan takut tertinggal atas pencapaian temannya sehingga mereka memiliki hasrat yang tinggi untuk menjadi seperti teman-teman mereka.

Secara umum, FOMO dapat menjadi hal yang baik atau buruk tergantung pada cara kita memandangnya dan bagaimana kita mengatasi perasaan tersebut.

Di satu sisi, perasaan FOMO dapat menjadi motivasi yang kuat untuk mahasiswa untuk terus meningkatkan diri mereka.

Ketika melihat teman-teman mereka yang berhasil di bidang tertentu, seperti organisasi atau perlombaan, mahasiswa akan merasa termotivasi untuk meningkatkan kemampuan mereka dan mencapai hal yang sama.

Baca Juga: Iqbal Pakula Meninggal, Pesinetron Populer Indonesia di Usia 46 Tahun. Teuku Wisnu Berduka dan Turut Mendoakan

Di samping itu, perasaan FOMO dapat menumbuhkan rasa ingin tahu yang besar pada mahasiswa.

Mereka akan terus mencari informasi dan mencari tahu hal-hal baru yang terjadi di sekitar mereka.

Hal ini dapat membantu mereka untuk terus memperluas pengetahuan mereka dan meningkatkan kecerdasan mereka secara keseluruhan.

Namun, di sisi lain, FOMO juga dapat membuat para mahasiswa merasa stres dan cemas karena merasa terlalu banyak yang harus dilakukan dan tidak memiliki waktu untuk semuanya.

Ini dapat menyebabkan tekanan mental dan bahkan mengganggu keseimbangan hidup mereka.

Halaman:

Tags

Terkini