Dengan rentang harga 60 hingga 250 dolar AS, produk ini ditujukan untuk konsumen kelas menengah hingga atas yang menghargai kualitas dan craftsmanship.
Baca Juga: Fashion Berkelanjutan: Cara Gen Z Memadukan Gaya dan Kesadaran Lingkungan
Walaupun berakar pada budaya Indonesia, Rengganis telah menarik minat pasar internasional, termasuk Jepang, Singapura, dan Malaysia.
Buyer persona utama mereka merupakan perempuan profesional yang menghargai desain berkelanjutan dan busana dengan nilai budaya.
Produk Rengganis juga telah hadir di sejumlah gerai bergengsi seperti Sarinah Thamrin, Alun-Alun Indonesia di Grand Indonesia, Pendopo Alam Sutera, serta home boutique di Bandung.
Semua tampilan interior butik dirancang oleh tim internal untuk menjaga konsistensi estetika brand.
Hingga saat ini, Rengganis telah melakukan ekspor secara ritel melalui website, dan kini bersiap memasuki pasar wholesale global.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Tren Fashion Vintage di Kalangan Anak Muda
Dengan kapasitas produksi hingga 300 potong per bulan untuk produk non-bordir dan sekitar 100 potong per bulan untuk produk bordir manual, Rengganis siap memasok butik-butik slow fashion internasional.
Melalui perpaduan tradisi, seni, dan keberlanjutan, perjalanan Rengganis membuktikan bahwa fashion yang bermakna akan selalu menemukan tempat tersendiri.
Brand ini menjadi contoh bahwa warisan budaya Indonesia dapat tampil modern, relevan, dan memiliki potensi besar untuk mendunia.***