WartaPesona.com - PPDS atau program pendidikan dokter spesilias berbasis rumah sakit di RSPPU kini menjadi sorotan, menyusul dugaan bunuh diri seorang residen dokter muda anestesi di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang Jawa Tengah.
Munculnya kabar dugaan bunuh diri dokter muda anestesi residen PPDS di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang Jawa Tengah, membuat netizen merasa prihatin.
Apalagi, bunuh diri dokter muda anestesi PPDS di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang Jawa Tengah itu diduga karena tak kuat menahan perundungan.
Baca Juga: Polemik Paskibraka 2024 putri tak berhijab, DPR sayangkan tak ada petunjuk jelas di SK BPIP
Namun apapun sebab dugaan bunuh diri dokter muda anestesi PPDS di FK Universitas Diponegoro itu, ternyata sebuah studi memang menunjukkan bunuh diri menjadi sebab utama kematian residen pria di Amerika Serikat.
Chief of Staff dan Chief Education Officer ACGME (Accreditation Council of Graduate Medical Education) Dr Timothy Brigham, mengungkapkan hal tersebut.
Menurut Dr Timothy Brigham, hasil studi yang diterbitkan tahun 2017 itu menunjukkan penyebab utama kematian di kalangan residen pria di Amerika Serikat antara tahun 2000-2014 adalah bunuh diri.
Sedangkan, bagi residen wanita kematian akibat bunuh diri menjadi penyebab utama kedua setelah kanker.
"Tingkat bunuh diri tertinggi terjadi pada tahap awal residensi," kata Dr Timothy Brigham dikutip dari situs sehatnegeriku, Jumat (16/8/2024).
Karena itu, dia menyebut kesehatan jiwa bagi dokter residen program studi dokter spesialis atau PPDS menjadi sangat penting.
Baca Juga: Fokusmaker SOKSI siap dukung Bahlil Lahadalia jadi Ketum Partai Golkar
Selain penting bagi dirinya sendiri, juga penting bagi pasien yang harus mendapatkan pelayanan lebih baik.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa ACGME mempertahankan persyaratan utama dan melakukan berbagai inisiatif untuk mendukung kesehatan jiwa tersebut, dalam pendidikan spesialis.