Sehingga banyak orang ingin merasakan kebahagiaan lebaran dengan merayakannya di kampung halaman bersama keluarga.
Di Indonesia, momentum mudik saat lebaran juga merupakan ajaran agama sebagai bentuk bakti dan permohonan maaf kepada keluarga, khusunya orang tua.
Sekaligus upaya menjalin silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat sekitar di kampung halaman.
Menyantap masakan khas lebaran bersama-sama, berziarah ke makam, berbagi rezeki, saling bercerita tentang kehidupan dan mengenang masa kecil di kampung halaman menjadi momen yang menyenangkan saat lebaran dan dapat mempererat hubungan keluarga.
Baca Juga: Timnas U23 Akan Gelar Ujicoba Tertutup Jelang Piala Asia U23
Dilihat dari segi ekonomi, tradisi mudik dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah yang menjadi tujuan mudik.
Banyak pemudik yang membawa uang tunai untuk diberikan kepada keluarga maupun kerabat di kampung halaman.
Mudik juga dimanfaatkan untuk berlibur bersama keluarga, sehingga hal ini bisa mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, transportasi dan perdagangan yang ada di daerah tujuan pemudik.
Secara psikologis, tradisi mudik juga memberi kesempatan pemudik untuk istirahat dari rutinitas kegiatannya di kota besar.
Baca Juga: Ketua MK Tegur Ketua KPU Saat Sidang Berlangsung Karena Tertidur
Mudik ke kampung halaman juga memberi kesegaran jiwa dan pikiran dengan menikmati suasana alam kampung halaman yang asri.
Pemudik juga termotivasi untuk bisa bekerja, sekolah atau berkegiatan lain lebih giat di kota besar.
Semoga kita bisa memanfaatkan mudik sebagai kesempatan untuk menjalin silaturahmi bersama keluarga. Tebarkan kebahagiaan di kampung halaman dan tetap bangun semangat saat kembali ke perantauan. ***(SNH)/PR