Duh, Studi Ungkap Terlalu Sering Konsumsi Pemanis Buatan Bikin Otak Menua 1,6 Kali Lebih Cepat

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Sabtu, 6 September 2025 | 01:08 WIB
Foto ilustrasi gula - konsumsi pemanis buatan yang bisa memengaruhi kesehatan. ( (Freepik/fabikasimf))
Foto ilustrasi gula - konsumsi pemanis buatan yang bisa memengaruhi kesehatan. ( (Freepik/fabikasimf))

WartaPesona.com - Sebagian orang beralih ke pemanis buatan dengan berbagai pertimbangan, misalnya ingin menghindari bahaya kesehatan konsumsi gula murni.

Pemanis buatan ini merupakan zat sintetik atau turunan alami yang digunakan untuk memberi rasa manis di makanan atau minuman.

Kandungan kalorinya lebih sedikit bahkan tanpa kalori jika dibandingkan dengan gula biasa.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Neurology mengungkapkan risiko yang mengkhawatirkan dari pemanis buatan ini meski dianggap sehat karena merupakan pengganti gula rendah kalori.

Baca Juga: Kenapa Muncul Perasaan Senang saat Membuka Blind Box? Fenomena Kotak Rahasia yang Kini Tengah Populer

Namun, pemanis buatan juga memiliki efek samping, yakni mempercepat penuaan kesehatan kognitif.

Studi ini melacak lebih dari 12.700 orang dewasa selama delapan tahun, memantau konsumsi pemanis seperti aspartam, sakarin, asesulfam-K, eritritol, xilitol, sorbitol, dan tagatosa.

Biasanya, pemanis buatan ditemukan dalam makanan yang dianggap ‘sehat.’

Di pasaran saat ini, banyak dijumpai jenis makanan atau minuman tersebut seperti yoghurt, air beraroma, soda diet, dan makanan penutup rendah kalori.

Baca Juga: Perawatan Wajah Simpel di Rumah, Ini Tips Memilih Serum Eksfoliasi untuk Pemula dan Intip Rekomendasinya

Studi ini membandingkannya dengan soda diet tunggal dan menekankan bahwa orang yang mengonsumsi paling banyak, kira-kira sebanyak soda diet setiap hari, mengalami penurunan kognitif 62 persen lebih cepat.

Dengan kata lain, otak mengalami penuaan 1,6 tahun lebih cepat dari yang seharusnya.

Pemanis buatan mungkin tidak mengandung kalori sebanyak gula biasa, tetapi bukan berarti pemanis buatan bebas risiko.

Oleh karena itu, harus pandai memilah apa yang terbaik untuk kesehatan tubuh karena kesehatan menjadi investasi jangka panjang.
***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: Promedia Teknologi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X