Efek Negatif dari Kebiasaan Sering Begadang

photo author
Selfi Aulia Salsabila, Warta Pesona
- Jumat, 28 Februari 2025 | 23:48 WIB
Ilustrasi - sering begadang. (Foto: freepik.com)
Ilustrasi - sering begadang. (Foto: freepik.com)

WartaPesona.com - Begadang, atau kebiasaan tidur larut malam, sering kali dianggap hal biasa, terutama di kalangan mahasiswa dan profesional dengan jadwal padat.

Namun, kebiasaan ini dapat membawa berbagai dampak negatif bagi kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Berikut adalah dampak negatif dari kebiasaan sering begadang:


Peningkatan Berat Badan dan Risiko Obesitas: Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan, seperti leptin dan ghrelin.

Baca Juga: Sup Ayam Sayur: Hangat, Bergizi, dan Penuh Kebaikan untuk Kesehatan

Penurunan kadar leptin dan peningkatan ghrelin dapat menyebabkan peningkatan rasa lapar dan keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori, terutama pada malam hari.

Selain itu, begadang sering kali disertai dengan aktivitas makan larut malam, yang berkontribusi pada penambahan berat badan dan meningkatkan risiko obesitas.


Penuaan Dini: Produksi hormon kortisol meningkat saat tubuh kurang tidur. Kortisol yang berlebihan dapat memecah kolagen, protein yang menjaga kulit tetap kencang dan elastis.

Baca Juga: Sup Ayam Sayur: Hangat, Bergizi, dan Penuh Kebaikan untuk Kesehatan

Akibatnya, muncul tanda-tanda penuaan dini seperti keriput, kulit kusam, dan lingkaran hitam di bawah mata.


Penurunan Fungsi Kognitif dan Daya Ingat: Tidur memainkan peran penting dalam konsolidasi memori dan fungsi kognitif.

Kurang tidur dapat mengganggu proses ini, menyebabkan kesulitan dalam berkonsentrasi, memecahkan masalah, dan membuat keputusan. Selain itu, risiko mengalami gangguan memori meningkat, membuat seseorang lebih mudah lupa.


Gangguan Mood dan Kesehatan Mental: Kurang tidur dapat menyebabkan perubahan mood yang signifikan, termasuk mudah marah, cemas, dan depresi.

Dalam jangka panjang, kebiasaan begadang dapat meningkatkan risiko gangguan mental seperti depresi dan gangguan kecemasan.


Peningkatan Risiko Penyakit Kardiovaskular: Begadang dapat meningkatkan tekanan darah dan peradangan dalam tubuh, yang merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan stroke.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X