Pengacara Brigadir J : Ferdy Sambo dan Putri Chandrawathi Suap Beberapa Pihak Setelah Bunuh Brigadir J

photo author
Tim WartaPesona, Warta Pesona
- Minggu, 21 Agustus 2022 | 09:02 WIB
Ferdy Sambo dan istri Putri Candrawathi | banyumas.suaramerdeka.com
Ferdy Sambo dan istri Putri Candrawathi | banyumas.suaramerdeka.com

WartaPesona.com - Kasus Brigadir J yang dibunuh oleh atasannya sendiri yaitu Ferdy Sambo benar -benar membuat publik terkejut.

Ferdy Sambo dan Putri Chandrawathi memberikan suap berupa hadiah-hadiah ke beberapa pihak, pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh pengacara keluarga
Brigadir Joshua yaitu Kamaruddin Simanjuntak.

Dalam kejadian tersebut Kamaruddin mengatakan bahwa Putri Candrawathi dalam kondisi sehat, dan sempat melakukan suap dengan memberikan beberapa hadiah
meski angkanya beda-beda.

Teka-teki dibunuhnya Brigadir J oleh Ferdy Sambo memang berjalan dengan banyaknya drama yang terjadi.

Dikutip dari Pikiran Rakyat dalam artikel yang berjudul 'Ini Nominal Fantastis yang Dikeluarkan oleh Ferdy Sambo dan Putri Chandrawathi untuk 'Hadiahi' Sejumlah Pihak' bahwa nominal uang yang dijadikan 'hadiah' dari Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi pun dinilai luar biasa.

"Yang saya dapat 5 milyar, tetapi yang diucapkan oleh pengacara Bharada E 500 juta untuk dua orang, satu milyar untuk Bharada E," ujarnya, dikutip pada Rabu, 17 Agustus 2022.

Baca Juga: Kapolri : Kasus Kematian Brigadir J. Ferdy Sambo Merusak Citra POLRI

Diketahui, Ferdy Sambo diduga melakukan penyuapan terhadap dua pegawai Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk menangani kasus kematian Brigadir J.

Ferdy Sambo yang merupakan tersangka dari kasus pembunuhan Brigadir J ini juga telah dilaporkan ke KPK terkait dugaan suap.

Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J diketahui ditembak mati dalam posisi berlutut, di kediaman Ferdy Sambo.

Hal itu diungkapkan Deolipa Yumara, mantan Pengacara Bharada Richard Eliezer (Bharada E), di program Dua Sisi tvOne.

Baca Juga: Motif Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J Dirumah Dinasnya, Ada Motif yang Lebih Besar ?

Menurut Deolipa, Bharada E tega membunuh rekannya sendiri sebab berada dalam tekanan tinggi dari atasan. Jarak perintah dengan letusan peluru juga sangat sebentar.*** (Mitha Paradilla Rayadi/Pikiran Rakyat.com) (AA)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tim WartaPesona

Sumber: pikiran-rakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X