Baca Juga: Lagu Seven Jungkook BTS Latto duduki peringkat 1 Billboard Global Chart selama 4 minggu
Bersatu menjaga mentalitas masyarakat, sehingga bisa tetap melangkah maju, menjalankan transformasi bangsa menuju Indonesia Maju, menuju Indonesia Emas 2045.
Sebelumnya pada bagian awal pidatonya, Presiden Jokowi juga menyinggung soal tahun politik dan sebutan 'Pak Lurah' yang sedang tren di kalangan politisi.
Menurut Presiden, saat ini sedang tren di kalangan politisi dan partai politik bahwa setiap ditanya capres dan cawapresnya, jawabannya 'belum ada arahan dari Pak Lurah.'
Baca Juga: Mulai Selasa 15 Agustus, Pemerintah canangkan Imunisasi RV cegah diare berat pada bayi
"Saya sempat berpikir, siapa ini 'Pak Lurah'? Sedikit-sedikit kok Pak Lurah? Belakangan saya tahu, yang dimaksud Pak Lurah ternyata saya. Ya, saya jawab saja, saya bukan lurah, saya Presiden Republik Indonesia. Ternyata Pak Lurah itu kode," kata Presiden.
Kemudian, Jokowi menegaskan bahwa dirinya bukan ketua umum parpol, bukan ketua umum partai politik, bukan juga ketua koalisi parpol.
Sesuai ketentuan undang-undang, yang menentukan Capres dan Cawapres adalah partai politik dan koalisi partai politik.
"Jadi, saya ingin mengatakan itu bukan wewenang saya. Bukan wewenang 'Pak Lurah'. Bukan wewenang Pak Lurah, sekali lagi," kata Presiden Jokowi, menegaskan. ***