WartaPesona.com - Polusi udara di ibukota Jakarta, Selasa (15/8) pagi terhitung tinggi dan masuk kategori Tidak Sehat menurut situs pemantau kualitas udara IQAir.
IQAir mencatat pada pukul 10.00 WIB, tingkat polusi udara di Jakarta kategori Tidak Sehat, dengan Indeks Kualitas sebesar 157 AQI US.
Dengan angka Polutan Utama (PM) 2,5 seperti yang ditetapkan WHO, kualitas udara Jakarta memiliki polutan utama 13.4 kali dari nilai panduan kualitas udara tahunan menurut lembaga kesehatan dunia tersebut.
Baca Juga: Lagu Seven Jungkook BTS Latto duduki peringkat 1 Billboard Global Chart selama 4 minggu
Pada jam yang sama, IQAir juga mencatat cuaca Jakarta hari ini berkabut, dengan suhu udara 28 derajat celcius, dan tingkat kelembapan sebesar 59 persen.
Dengan indeks kualitas udara Jakarta tersebut, IQAir merekomendasikan untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Menutup jendela rumah agar udara kotor dari luar tidak masuk, dan memasang filter udara jika memungkinkan dan diperlukan.
Kemudian, juga mengurangi aktivitas di luar rumah untuk meminimalisir dampak polusi udara.
Baca Juga: Mulai Selasa 15 Agustus, Pemerintah canangkan Imunisasi RV cegah diare berat pada bayi
Sekadar diketahui, Polutan Utama (PM) adalah materi partikulat yang mengacu pada partikel di udara, termasuk debu, jelaga, kotoran, asap, dan tetesan cairan.
Adapun 2,5 adalah ukuran diameter 2,5 mikron atau kurang, sehingga partikel PM 2,5 sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron.
IQAir menyebut PM 2,5 merupakan ancaman kesehatan terbesar, karena ukurannya yang kecil sehingga dapat tetap melayang di udara dalam waktu lama dan bisa terserap jauh ke dalam aliran darah saat terhirup.
Sumber dari adanya polusi utama PM 2,5 antara lain bisa dari asap kendaraan bermotor, pembakaran pembangkit listrik, aktivitas industri, dan sejenisnya.
Baca Juga: Jadi kawasan UNESCO Global Geopark, Kawah Ijen Jawa Timur makin terkenal di dunia