WartaPesona.com - Pemerintah Korea Selatan akan melakukan evakuasi besar-besaran peserta Jambore Pramuka Sedunia ke-25 untuk menghindari badai Khanun.
Evakuasi besar-besaran peserta Jambore Pramuka Sedunia ke-25 di Korea Selatan menghindari badai Khanun sepenuhnya diatur oleh pemerintah setempat.
Direncanakan mulai Selasa (8/8) pagi waktu setempat, evakuasi peserta Jambore Sedunia ke-25 di Korea Selatan menghindari badai Khanun akan dilakukan.
Melibatkan sekitar 1.000 unit bus besar, diperkirakan proses evakuasi besar-besaran tersebut akan berlangsung selama 14 jam.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia tumbuh di tengah tren melambatnya ekonomi global, sebabnya ini
Dikutip dari laman pramuka.id, Senin (7/8) malam ini berbagai persiapan evakuasi terus dilakukan.
Diperkirakan ada sekitar 39 ribu peserta Jambore Pramuka Sedunia ke-25 yang hingga Senin malam masih berada di Bumi Perkemahan Sae Man-Geum, Korea Selatan.
Mereka berasal dari 155 negara, dan rencananya akan dievakuasi ke Kota Seoul dan sekitarnya yang dinilai aman dari badai Khanun.
Ketua Kontingen Pramuka Indonesia, Mayjen TNI Mar (Purn) Yuniar Ludfi, menjelaskan proses evakuasi akan mendahulukan para peserta didik.
Baca Juga: Musim panas di Korea, dari toko pinggir jalan hingga hotel mewah sediakan menu bingsu spesial
Kemudian, evakuasi bagi orang-orang dewasa yang tergabung dan Jambore baik sebagai Contingent Management Team (CMT), maupun International Service Team (IST).
Guna memperlancar proses evakuasi, KBRI Seoul juga telah menyiapkan beberapa mahasiswa Indonesia yang bisa berbahasa Korea.
Hal tersebut untuk membantu komunikasi antara para peserta didik dengan pihak-pihak terkait di setiap lokasi pemindahan peserta Indonesia.
Yuniar Ludfi memastikan, para unit Leader atau pembina pasukan Indonesia akan memindahkan 1.569 peserta Indonesia sesuai jadwal masing-masing.