WartaPesona.com - Sejumlah pengamat politik menilai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) punya potensi menjadi kunci elektoral koalisi partai di Pilpres 2024 dengan mengusung Gus Imin sebagai Cawapres.
Dengan mengusung Gus Imin (Abdul Muhaimin Iskandar) sebagai Cawapres di PIlpres 2024, PKB dinilai bisa menjadi kunci penentu elektoral partai politik.
"PKB bisa jadi penentu elektoral koalisi, terutama bersama Gerindra, dan Cak Imin (Gus Imin) sebagai Cawapres," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan.
Baca Juga: Jisoo BLACKPINK Mengajari Erling Haaland Menari 'Flower' dan Haaland Memanggilnya 'Jisoo Noona'
Karena itu, Djayadi Hanan berpendapat jika PKB harus segera mengambil sikap untuk menentukan koalisi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Djayadi Hanan menyampaikan hal itu di acara Talk Show bertajuk 'PKB Mendengar, Gus Imin Pilih Siapa?' di Kantor DPP PKB, Cikini, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Hadir dalam acara tersebut sejumlah pengamat politik lainnya, Arya Fernandes (CSIS), Eep Saefulloh Fatah dari Polmark Indonesia, Adi Prayitno (Parameter Politik), dan Rustika Herlambang dari Indonesia Indicator.
Dilansir dari laman pkb.id, talkshow tersebut sengaja digelar untuk memberikan masukan strategi terbaik untuk memenangkan Pilpres dan Pileg 2024.
Baca Juga: Aneka sup hangat jadi makanan khas Korea di musim panas, Samgyetang nomor 1
Dalam acara tersebut, Arya Fernandes dari CSIS juga menilai perlunya Gus Imin harus maju sebagai Cawapres 2024.
Dia mengatakan, bahwa suara PKB pada Pemilu 2014 dan 2019 meningkat tajam.
Setelah turun drastis pada Pemilu 2009, perolehan kursi PKB naik di Pemilu 2014 dari 28 menjadi 47 kursi.
Kemudian, perolehan kursi PKB naik lagi menjadi 58 kursi di Pemilu 2019.
Baca Juga: Sandiaga Uno Jamin Kelancaran Proses Pemberlakuan Golden Visa di Indonesia
"Jadi, terlalu mahal harganya kalau Cak Imin tak jadi Cawapres," kata Arya.
Sementara itu Adi Prayitno dari Parameter Politik, menyebut jika selama ini PKB telah mewakili suara dari Nahdlatul Ulama (NU).
Menurut Adi Prayitno, PKB terbukti mampu menggaransi suara politik NU, dan hanya partai inilah yang bisa mengorkestrasi kekuatan politik Nahdliyin.
Dalam acara yang sama, Eep Saefullah Fatah dari Polmark Indonesia, pun memberikan saran agar PKB dan Gus Imin harus punya tiga kualitas yang dibutuhkan di Pilpres 2024.
Menurut Eep, tiga kualitas itu adalah sikap benar, berani, dan baik. Dia pun mendorong PKB untuk memilih koalisi yang jelas mengusung Gus Imin sebagai Cawapres 2024. ***(KKT)