Hal itu menyebabkan dalam dua pekan ini masih terjadi potensi hujan di beberapa wilayah, bahkan dalam beberapa hari ke depan.
Beberapa faktor dinamika atmosfer tersebut antara lain adanya aktivitas gelombang Kelvin dan rossby ekuator di sekitar wilayah Indonesia, yang bisa meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.
Kemudian, terjadinya pola belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Indonesia bagian utara, yang dipicu oleh adanya pola sirkulasi di sekitar Laut Cina Selatan dan Utara Sulawesi. Kondisi ini dapat turut memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan.
Karena itu, meski 60% wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau, pihaknya tetap mengimbau agar waspada terhadap potensi hujan lebat durasi singkat yang disertai petir dan angin kencang. ***(KKT)