Ghinda mengatakan bahwa ia sudah lama menjadi seorang aktivis di Kota Lampung dan ia sangat tidak setuju dengan pernyataan yang Bima berikan.
Dalam hal itu, Ghinda Ansori bahkan mengatakan bahwa Bima perlu merasakan panggilan polisi agar kapok dan tidak berulah.
Nama Bima pun menjadi trending dimana-mana, namun banyak juga orang baik di Twitter, Instagram, dan juga Tiktok yang menyuarakan apa yang Bima katakan, Bima mendapat banyak persetujuan dan dukungan.
Baca Juga: Tupperware Terancam Bangkrut, Apa Penyebabnya?
Mereka sependapat dengan Bima perihal kota Lampung yang minum pembangunan apalagi perkembangan infrastruktur yang sangat buruk.
Banyak yang mengatakan bahwa video yang dibuat Bima menjadi momentum pemerintah Lampung untuk mendengar suara warganya dan dapat merubah apa yang seharusnya dirubah agar lebih baik lagi.
Di Australian Business Intelligence College, Bima Yudho Saputro terdaftar di program Digital Marketing, Digital Communication, dan Media/Multimedia Diploma.
Baca Juga: Mudik Idul Fitri 2023: Sejarah dan Asal Usul Mudik saat Idul Fitri
Bima sebelumnya telah lulus dari Universitas UCSI di Malaysia dengan Diploma Teknologi Informasi, Ilmu Komputer, dan Inovasi Digital.
Dalam pesan terbarunya, Bima juga menyebutkan akan melanjutkan studinya di Universitas Macquarie selama dua tahun ke depan.
Di Desa Raman Utara, Lampung Timur, keluarga Bima terkenal menanam dan mengolah jagung.
Baca Juga: Idul Fitri Sebentar Lagi: Ini Dia Rekomendasi Transportasi Untuk Mudik saat Idul Fitri
Dalam video terakhir, Bima mendapatkan perlindungan dari Australia karena ia memiliki Visa pelajar yang mana akan beralih menjadi Visa permanen jika Bima mengkehendaki.
Jadi sepertinya Bima pun tidak mengambil pusing perihal laporan dan tuntutan akan dirinya ke Kantor Polisi tersebut.*** (NAZ)