WartaPesona.com - Kelompok perlawanan Houthi di Yaman mengumumkan blokade laut kepada Arab Saudi hanya beberapa hari setelah mereka diminta Teheran menutup Laut Merah jika terjadi perang bersakala penuh Iran melawan Amerika Serikat.
Dalam pernyataan tertulis yang ditayangkan di televisi, Houthi menyerukan pembalasan kepada Arab Saudi yang dituding telah menyerang wilayah mereka.
"Embargo maritim terhadap musuh kriminal Saudi, berdasarkan persamaan 'mata dibayar mata' berlaku efektif segera setelah pengeluaran pernyataan ini," demikian Houthi.
Baca Juga: Jalan HR Rasuna Said Rawan Penjambretan, Lelaki Pejalan Kaki Jadi Korban
Houthi menyatakan bahwa blokade jalur laut ini ialah respons langsung terhadap pembatasan bertahun-tahun yang dijalankan Arab Saudi kepada Yaman.
Laut Merah
Beberapa hari lalu, Iran meminta sekutunya di Yaman, kelompok perlawanan Houthi untuk menutup jalur minyak Laut Merah jika Amerika Serikat menyerang infrastruktur energi Teheran.
Demikian kantor berita Reuters, Jumat 17 Juli 202 mengutip sumber yang adalah pejabat senior Iran Kamis waktu setempat.
Baca Juga: Persatuan Wartawan Indonesia Melaporkan Pengacara Hotman Paris ke Kepolisian
Menurut sumber tersebut, Iran telah memberi tahu Houthi agar menutup Lauat Merah yang menjadi jalur minyak di kawasan Timur Tengah menuju belahan dunia di Eropa.
Meski demikian Kementerian Luar Negeri Iran dan juru bicara Houthi belum memberikan tanggapan terhadap kabar tersebut.
Sumber lainnya yang dekat dengan Houthi mengungkapkan bahwa kelompok yang didukung oleh Iran itu telah menyelesaikan persiapan untuk menyerang kapal-kapal di Laut Merah.
Houthi telah mengerahkan peluru kendali (Rudal) dan drone di dekat Selat Bab el-Mandeb, yang menjadi gerbang menuju Laut Merah.
Baca Juga: KPK Kabarnya Menjalankan OTT Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini