Kita tunggu saja apakah KPK berani membongkar lebih dalam?
Apakah ada pelindung di level menteri atau di luar kementerian?
Karena jaringan sebesar ini jarang berdiri sendiri tanpa payung yang lebih tinggi.
Inilah inti busuknya, wahai rakyat yang muak.
Jaringan Silmy Karim ini bukan sekadar sekelompok maling kecil, melainkan kanker metastatik yang sudah merusak seluruh sistem imigrasi Indonesia.
Mereka saling melindungi, saling bagi hasil, dan menjadikan kedaulatan negara sebagai mesin ATM pribadi.
Kalau KPK berhenti hanya di level ini, berarti mereka hanya memotong ekor ular saja. Kita tuntut kepala ularnya digorok habis-habisan, termasuk siapa pun payung politik di atas Silmy dan Agus Andrianto yang pura-pura “tidak tahu”.
Karena selama sarang ular ini masih utuh, besok akan lahir Silmy Karim-Silmy Karim baru yang lebih licik dan lebih tamak. Telanjangi mereka sampai ke tulang sumsumnya! Rakyat menunggu.***
*Rosadi Jamani ialah Ketua SATUPENA Kalimantan Barat
Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redksi