“Rudal-rudal ini langsung dijatuhkan dan tidak ada personel Amerika yang terluka,” tulis Centcom di X, dikutip dari Reuters. Selain ke Kuwait, menurut meeka, Iran juga meluncurkan tiga Rudal lain ke Bahrain, yang kemudian dicegat oleh pasukan gabungan Amerika dan Bahrain.
Sebagai bentuk balasan serangan tersebut, pasukan Amerika menyerang Pulau Qeshm dan melumpuhkan beberapa Rudal balistik serta drone Iran.
Media Iran sempat melaporkan adanya suara ledakan di area Pulau Qeshm tanpa menyebutkan penyebabnya.
Kuwait adalah negara Teluk yang kaya minyak sekaligus sekutu dekat Amerika, kerap menjadi sasaran serangan Iran sejak Amerika dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.***