berita

Gebernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dukung Kajian Akademik Prasasti Batu Tulis dan Binokasih

Kamis, 21 Mei 2026 | 14:21 WIB
Dedi Mulyadi

Setelah kerajaan Sunda runtuh, mahkota Binokasih  diserahkan oleh empat utusan Pajajaran kepada Prabu Geusan Ulun di Sumedang Larang.

Ahli arkeometalurgi BRIN Harry Octavianus Sofian yang hadir dalam diskusi menjelaskan, mahkota Binokasih memiliki keterkaitan erat dengan kosmologi masyarakat Sunda, yakni kosmologi Tritangtu.

Menurutnya, kosmologi Tritangtu membagi kehidupan ke dalam tiga unsur; hubungan manusia dan Tuhan, manusia dan sesama, serta manusia dan alam.

Ia menjelaskan, mahkota Binokasih dirancang dengan tiga unsur simbolik yang merepresentasikan peran dalam kerajaan Sunda; Rama, Ratu/Prabu, dan Resi.

Rama, katanya, melambangkan pemimpin spiritual yang menjaga nilai adat, agama, dan kebijaksanaan, yang digambarkan pada bagian atas mahkota berbentuk stupa dengan ornamen bunga teratai.

Tratu/Prabu di bagian tengah melambangkan kepemimpinan dalam pengambilan keputusan dan penyusunan aturan, dengan ornamen daun segi tiga serta Garuda Mungkur yang bermakna perlindungan dan keberanian seorang pemimpin.

Resi di bagian bawah merepresentasikan kaum intelektual dan penasihat yang memberikan ilmu serta pertimbangan dalam kehidupan kerajaan.

Resi, kata Harry, merujuk kepada ajaran Kasundaan Bunisora Suradipati, tokoh penting kerajaan Sunda-Galuh abad ke-14 yang dikenal sebagai pemimpin bijaksana dan penguat nilai spiritual serta budaya masyarakat.

Melihat nilai sejarahnya yang besar, katanya, mahkota Binokasih selama ini disimpan dengan sangat hati-hati oleh keraton Sumedang Larang.

Ketika Milangkala Tatar Sunda, mahkota tersebut sempat dibawa ke beberapa daerah sebagai bagian dari napak tilas Pajajaran, sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenal lebih dalam sejarah kerajaan Sunda.***

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB