berita

SMAN 2 Pamekasan Kembalikan 1.022 Porsi MBG dari SPPG As-Salman, Sekolah Soroti Menu Lele Dinilai Masih Mentah

Rabu, 11 Maret 2026 | 10:47 WIB
SMAN 2 Pamekasan Tolak 1.022 Porsi MBG, Sekolah Sebut Menu Lele Mentah Tak Layak Dibagikan - WartaPesona.com (Suara Merdeka Pekalongan)

Baca Juga: Viral Video Roti MBG Diduga Dipenuhi Belatung di Jepara, Orang Tua Siswa PAUD Ungkap Kronologinya

Soroti Kebersihan dan Pengolahan

Selain kondisi lele yang masih mentah, pihak sekolah juga menyoroti aspek kebersihan bahan makanan yang dikirimkan.

Arifin menyebutkan bahwa ikan lele tersebut masih memiliki kumis yang belum dibersihkan, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait kesiapan bahan makanan untuk dikonsumsi.

Hal ini menurutnya menjadi salah satu alasan tambahan bagi pihak sekolah untuk tidak membagikan paket makanan tersebut kepada para siswa.

Berpotensi Menjadi Sampah

Arifin juga mengungkapkan bahwa apabila paket makanan tersebut tetap diterima dan dibagikan kepada para siswa, besar kemungkinan makanan itu justru akan dibuang karena dianggap tidak layak.

“Ini lelenya masih mentah ya, sangat disesalkan oleh sekolah karena terus terang bisa menjadi sampah di sekolah karena akan dibuang oleh anak-anak nanti,” ujarnya.

Ia menilai hal tersebut tentu akan menimbulkan pemborosan dan bertentangan dengan tujuan program MBG yang ingin memberikan manfaat nyata bagi para siswa.

Baca Juga: Rois Aam PBNU Puji Kepemimpinan Prabowo yang Dinilai Mengabdi untuk Rakyat

Sekolah Pertimbangkan Putus Kerja Sama

Lebih lanjut, Arifin menyebut bahwa pihak sekolah bahkan mempertimbangkan kemungkinan untuk memutus kerja sama dengan dapur penyedia MBG apabila kualitas pelayanan tidak mengalami perbaikan.

Ia mengatakan pihak sekolah sebelumnya telah beberapa kali memberikan peringatan terkait kualitas makanan yang dikirimkan.

Namun hingga kini, menurutnya belum terlihat adanya perbaikan yang signifikan.

“Penerima layanan di sini, mewakili sekolah untuk disampaikan ke pihak dapur, mungkin tertulis akan disusulkan. Ada kecenderungan sekolah akan memutus MoU untuk pindah dapur,” jelasnya.

Arifin juga meminta para guru di lingkungan sekolah untuk bersabar menghadapi situasi tersebut, sembari menunggu adanya evaluasi dari pihak penyedia layanan.

“Mohon untuk bapak ibu guru kesabarannya. Ini proses pengembalian pertama dengan sangat terpaksa. Beberapa kali diingatkan belum ada tindakan perbaikan kualitas,” ujarnya.

Baca Juga: MUI Dukung Langkah Diplomasi Indonesia untuk Wujudkan Perdamaian Dunia

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB