Metode ini dilakukan dengan mengupas lapisan aspal lama yang kualitasnya telah menurun, kemudian menggantinya dengan lapisan baru menggunakan material aspal AC-WC PG 70.
Aspal AC-WC PG 70 merupakan material yang dirancang khusus untuk menghadapi beban lalu lintas berat dan kondisi iklim panas ekstrem.
Material ini lazim digunakan pada jalan nasional, jalan tol, serta kawasan dengan intensitas kendaraan tinggi karena mampu meningkatkan daya tahan permukaan jalan dan mengurangi potensi kerusakan dini.
Tahap pengerjaan dilakukan secara bertahap namun cepat. Setelah proses scraping selesai, permukaan jalan langsung dilapisi ulang sehingga menghasilkan struktur jalan yang lebih rata, kuat, dan aman dilalui kendaraan.
Selain meningkatkan kenyamanan berkendara, metode ini juga berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan pengguna jalan.
Baca Juga: Pidato Terakhir Khamenei Kembali Disorot, Sindir Kegagalan AS Menundukkan Iran Selama Puluhan Tahun
“Pekerjaan ini dilakukan dalam waktu kurang dari satu hari dan dapat diselesaikan dengan cepat agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” tambah petugas tersebut.
Pemerintah berharap, percepatan perbaikan jalan di jalur Pantura dan titik-titik krusial lainnya mampu menekan risiko kecelakaan akibat jalan rusak, sekaligus memberikan rasa aman dan tenang bagi jutaan pemudik yang akan menempuh perjalanan jauh selama musim Lebaran 2026.
Selain perbaikan fisik jalan, Kementerian PU juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kesiapan jalur mudik secara menyeluruh, termasuk pengaturan lalu lintas, pemantauan kondisi jalan secara berkala, serta penanganan cepat jika ditemukan kerusakan baru menjelang puncak arus mudik.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis jalur mudik Lebaran 2026 dapat dilalui masyarakat dengan lebih aman, lancar, dan nyaman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. *****
Baca Juga: Polisi Ungkap Penyesalan Tersangka Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau, Ingin Bertobat