“Tolong, dan juga saya meminta maaf yang sebesar-besarnya,” ucapnya.
“Saya bersama senpai (senior) yang lain sudah minta maaf juga,” tandasnya.
Namun, permintaan maaf tersebut dinilai sebagian warganet belum cukup tanpa adanya evaluasi dan pengawasan sistemik terhadap praktik orientasi PMI.
KBRI Belum Beri Pernyataan
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari KBRI Tokyo terkait insiden dugaan perpeloncoan yang tengah ramai dibahas tersebut.
Sejumlah kalangan mendesak agar otoritas berwenang, termasuk perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri, melakukan pengawasan lebih ketat terhadap proses orientasi dan pembinaan PMI.
Tujuannya agar praktik senioritas tidak berkembang menjadi tekanan psikologis atau kekerasan terselubung yang merugikan para pekerja migran Indonesia di masa mendatang. *****