berita

Video Dugaan Pelonco Pekerja Migran Indonesia di Jepang Viral, Junior Dipaksa Ikuti Perintah Senior

Selasa, 3 Maret 2026 | 15:30 WIB
Viral Dugaan Perpeloncoan PMI di Jepang, Junior Diminta Makan Kedelai Fermentasi di Bawah Tekanan Senior - WartaPesona.com (Mata Pers Indonesia)

Praktik ini secara resmi telah dilarang di berbagai institusi, termasuk di dunia pendidikan dan ketenagakerjaan.

Baca Juga: Kedubes Iran Sambut Positif Tawaran Mediasi Prabowo Subianto antara AS dan Iran

Dari Perpeloncoan ke Orientasi

Di Indonesia sendiri, praktik perpeloncoan telah bertransformasi menjadi bentuk pengenalan lingkungan yang lebih edukatif dan humanis, seperti Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek).

Namun, kasus yang terjadi pada PMI di Jepang ini menunjukkan bahwa praktik senioritas keras masih berpotensi terjadi di lingkungan kerja informal atau tertutup, khususnya di sektor yang minim pengawasan publik.

Senior Minta Maaf dan Beri Klarifikasi

Secara terpisah, pihak senior yang terlibat dalam insiden tersebut akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

Melalui akun TikTok yang sama, @panbobolidos, pada Selasa, 3 Maret 2026, seorang pria yang mengaku sebagai pengunggah video sekaligus salah satu senior memberikan klarifikasi.

“Saya atas nama akun yang sudah meng-upload video yang lagi viral,” ujarnya.

“Hari ini saya akan mengklarifikasi tentang video anak-anak yang lagi viral makan natto. Saya dan senpai (senior) yang lain tidak bermaksud untuk membully atau menyakiti,” lanjutnya.

Baca Juga: Jejak Ceramah Cak Nun soal Ketegangan Israel–Iran, Dulu Prediksi Kini Jadi Perbincangan Publik

Dalih Pembiasaan Hidup di Kapal

Dalam penjelasannya, senior tersebut mengungkapkan bahwa tindakan itu dilakukan sebagai bentuk pengenalan terhadap kondisi kerja di kapal Jepang, khususnya terkait pola makan selama pelayaran.

“Tujuan kami biar adik-adik kami yang baru datang bisa membiasakan diri untuk makan makanan yang ada di kapal Jepang, karena di kapal biasanya makan seadanya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa makanan seperti natto, sashimi, dan telur mentah merupakan konsumsi sehari-hari di kapal.

“Yang kerja di kapal pasti ada yang paham juga,” tambahnya.

Meski demikian, banyak pihak menilai alasan tersebut tidak dapat membenarkan metode yang dilakukan, terlebih jika mengandung unsur tekanan, intimidasi, atau mempermalukan individu.

Sudah Minta Maaf ke Junior

Senior tersebut juga mengklaim telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada para junior yang menjadi korban dalam video tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB