berita

Fenomena Lubang Raksasa Kian Parah, Warga Aceh Tengah Kehilangan Jalur Alternatif

Senin, 23 Februari 2026 | 11:33 WIB
Lubang Raksasa di Aceh Tengah Makin Melebar, Jalan Alternatif Warga Harus Ditutup Total - WartaPesona.com (detikcom)

Dalam rekaman itu, terlihat batang-batang kayu dipasang melintang di badan jalan sebagai penanda bahwa jalur tersebut sudah tidak bisa dilalui. Warga pun diarahkan untuk menggunakan rute lain.

“Jalan tutup total, untuk pengguna jalan lewat Blang Mancung yang tembus Suka Ramai,” tambah perekam video.

Baca Juga: Sambut Ramadan, Ponpes Aceh Terima Sedekah Sapi Jumbo dari Prabowo

Pemerintah Buka Jalur Alternatif Baru

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah setempat bersama pihak terkait bergerak cepat dengan membuka jalur alternatif baru.

Jalur ini disiapkan untuk menggantikan akses lama yang kini dinilai tidak lagi aman.

Dalam unggahan video lainnya, terlihat sejumlah alat berat dikerahkan ke lokasi guna membuka dan meratakan jalur baru tersebut.

Pemerintah daerah berharap jalur ini dapat segera difungsikan agar aktivitas warga tidak sepenuhnya lumpuh.

Meski demikian, jalur alternatif baru tersebut memiliki tantangan tersendiri. Warga harus menempuh jarak yang lebih jauh karena rute yang dilalui memutar cukup panjang dibandingkan jalur sebelumnya.

“Lokasi jalan tersebut cukup jauh dan mengharuskan pengendara memutar lebih panjang dari jalur biasanya,” tulis keterangan dalam unggahan video tersebut.

Kondisi ini tentu berdampak pada aktivitas ekonomi warga, terutama petani dan pedagang yang bergantung pada kelancaran akses transportasi.

Baca Juga: Sapi Sedekah Prabowo Warnai Tradisi Meugang, Pererat Solidaritas Warga Aceh

BRIN Tegaskan Bukan Sinkhole

Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penjelasan ilmiah terkait fenomena lubang raksasa di Aceh Tengah.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, menegaskan bahwa lubang tersebut bukanlah sinkhole seperti yang kerap dispekulasikan publik.

Menurut Adrin, fenomena tersebut lebih tepat disebut sebagai longsoran tanah yang terjadi secara bertahap akibat kondisi geologi setempat.

“Yang terjadi di Aceh Tengah itu sebenarnya fenomena longsoran, bukan sinkhole. Lapisan tufanya tidak padat dan kekuatannya rendah, sehingga mudah sekali tergerus dan runtuh,” ujar Adrin dalam keterangannya pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB