WartaPesona.com – Fenomena lubang raksasa yang berada di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan.
Lubang besar tersebut dilaporkan semakin melebar dan mengancam keselamatan warga, terutama terkait akses jalan yang selama ini digunakan untuk mobilitas sehari-hari.
Lubang raksasa itu sejatinya bukan fenomena baru. Warga setempat menyebut gejala awalnya sudah muncul sejak awal tahun 2000-an.
Seiring waktu, longsoran tanah terjadi secara berulang hingga membentuk cekungan besar yang terus meluas.
Akibatnya, sejumlah lahan kebun dan persawahan milik warga di sekitar lokasi ikut tergerus dan tidak lagi bisa dimanfaatkan secara optimal.
Tak hanya lahan pertanian, dampak paling signifikan juga dirasakan pada infrastruktur.
Jalan utama yang berada tidak jauh dari lokasi lubang raksasa tersebut telah lebih dahulu hilang akibat longsor.
Tanah yang runtuh perlahan menyeret badan jalan hingga akhirnya akses utama warga terputus.
Baca Juga: Bertemu Anak-anak Korban Bencana di Aceh, Cinta Laura Kagum pada Semangat Mereka
Jalan Alternatif Ikut Terancam
Sebagai solusi sementara, warga sebelumnya memanfaatkan jalan alternatif yang berada tak jauh dari lokasi lubang raksasa.
Namun kini, jalur tersebut pun berada dalam kondisi kritis. Bibir lubang dilaporkan semakin mendekati badan jalan alternatif, sehingga potensi amblas dinilai sangat tinggi.
Berdasarkan unggahan akun Instagram @keber_gayo, jalan alternatif tersebut resmi ditutup pada Jumat sore, 20 Februari 2026.
Penutupan dilakukan demi mencegah risiko kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan pengguna jalan.
“Nampak semakin berbahaya, nggak bisa lagi dilewati karena bisa tiba-tiba amblas,” ujar perekam video dalam unggahan tersebut, yang dikutip pada Sabtu, 21 Februari 2026.