“Korban (MY) bersama F baru saja selesai berkumpul di kediaman rekan mereka yang bernama R,” ungkap pihak sekolah dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Minggu, 1 Februari 2026.
Setelah itu, MY dan F berangkat pulang menuju panti asuhan dengan menggunakan sepeda motor.
Saat melintasi Jembatan Loji di atas Sungai Cisadane, MY secara tiba-tiba meminta F untuk menghentikan kendaraan.
“Dalam perjalanan pulang menuju panti asuhan menggunakan sepeda motor, saat melintasi jembatan Sungai Cisadane, korban meminta saksi menghentikan kendaraan secara mendadak,” lanjut pernyataan tersebut.
Tak lama setelah kendaraan berhenti, MY langsung melompat ke Sungai Cisadane. F yang terkejut kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak terkait, sehingga proses pencarian segera dilakukan.
Baca Juga: Pendakwah Salim A Fillah Tekankan Pemulihan Pendidikan bagi Anak-anak Korban Bencana di Sumatera
Sekolah Bantah Dugaan Bullying
Seiring beredarnya kabar insiden tersebut, muncul pula dugaan bahwa MY menjadi korban bullying di lingkungan sekolah.
Menanggapi hal itu, pihak SMKN 1 Ciomas secara tegas membantah adanya perundungan yang dialami MY selama bersekolah.
“Berdasarkan catatan riwayat akademik dan perilaku, MY dikenal sebagai siswa yang baik dan tidak pernah mengalami perundungan (bullying), baik secara verbal maupun fisik di lingkungan sekolah,” tegas pihak sekolah.
Pihak sekolah juga menekankan bahwa sejauh ini tidak ditemukan indikasi masalah di lingkungan sekolah yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Penyebab MY melompat ke sungai, menurut sekolah, tidak dapat langsung dikaitkan dengan aktivitas atau persoalan akademik di SMKN 1 Ciomas.
Baca Juga: Diduga Keracunan Menu MBG, Ratusan Siswa SMAN 2 Kudus Alami Mual hingga Diare
Tim SAR Terus Lakukan Penyisiran
Sementara itu, proses pencarian terhadap MY terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, relawan, serta unsur terkait lainnya.
Penyisiran dilakukan dengan menyusuri aliran Sungai Cisadane menggunakan perahu karet.
Berdasarkan informasi yang dibagikan BPBD Kota Bogor melalui media sosial, tim juga mengerahkan drone thermal untuk membantu pencarian dari udara, terutama di area-area yang sulit dijangkau dari darat.