Komitmen Prabowo di Forum Global
Komitmen pemerintah dalam memberantas tambang ilegal juga ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar pekan lalu.
Di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku ekonomi global, Prabowo menegaskan bahwa penegakan hukum di sektor sumber daya alam menjadi prioritas pemerintahannya.
“Hingga saat ini, kami telah menutup 1.000 tambang ilegal. Namun, laporan dari jajaran saya menunjukkan masih ada setidaknya 1.000 tambang ilegal lainnya,” kata Prabowo dalam forum tersebut.
Selain penutupan tambang ilegal, pemerintah juga telah menyita sekitar 4 juta hektare lahan perkebunan dan pertambangan ilegal.
Tak hanya itu, sebanyak 28 perusahaan juga telah dicabut izinnya karena terbukti melanggar hukum, khususnya terkait ketentuan lingkungan hidup.
“Satu-satunya jalan adalah memiliki keberanian untuk menegakkan hukum. Tidak boleh ada kompromi. Tidak boleh ada langkah mundur,” tegas Prabowo.
Baca Juga: Isu Prabowo Abaikan Keamanan Palestina Terbantahkan, Begini Faktanya
Menuju Tata Kelola Tambang yang Lebih Sehat
Langkah tegas pemerintah tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bagi pasar global bahwa Indonesia serius membenahi tata kelola sektor pertambangan.
Dengan pasokan yang lebih terkontrol, transparansi produksi yang meningkat, serta penegakan hukum yang konsisten,
Indonesia berpeluang memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam pasar timah dunia.
Lonjakan harga timah di awal 2026 pun dipandang sebagai salah satu indikasi awal bahwa kebijakan penertiban tambang ilegal mulai memberikan dampak nyata, baik bagi perekonomian nasional maupun bagi stabilitas pasar komoditas global. *****